Seorang Warga Desa Gelgel Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

0
12
DIKUBUR - Petugas dengan APD lengkap mengubur warga yang hasil swabnya menunjukkan positif Covid-19 di Setra Bugbugan, Gelgel, Klungkung, Minggu (21/6/2020).

Semarapura, DenPost

Salah seorang warga asal Br. Jro Agung Klod, Desa Gelgel, Klungkung, Made AS dimakamkan dengan protokol Covid-19 Klungkung, di setra Bugbugan, Gelgel Minggu (21/6). Hal ini menyusul hasil swab warga tersebut positif Covid-19. Sebelum meninggal, warga tersebut mengalami sakit kronis dan harus menjalani cuci darah rutin selama dua kali seminggu.

Karena sakitnya semakin parah, dia kemudian dirawat di RS Wangaya, Denpasar. Sebelum cuci darah, sempat dilakukan swab test terhadap warga tersebut. Namun hasil swab belum keluar, warga tersebut sudah meninggal dunia pada Kamis (18/6/2020). Setelah meninggal dunia, hasil tes warga tersebut keluar dan menunjukkan positif Covid-19.

Baca juga :  Klungkung Raih Penghargaan Natamukti

Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta ketika diminyai konfirmasi mengakui adanya informasi tersebut. Namun Suwirta yang juga sebagai Bupati Klungkung ini tidak banyak memberikan penjelasan terkait meninggalnya warga Gelgel tersebut. Ia hanya mengatakan warga tersebut meninggal di rumah sakit Wangaya karena tinggal di Denpasar.

“Informasinya yang bersangkutan cuci darah dari dulu. Meninggal setelah diswab katanya positif. Tunggu info resmi,” ujar Suwirta.

Baca juga :  Bule yang Hilang "Nyeter" Ikan Masih Misterius

Sementara proses pemakaman warga tersebut dilakukan secara protokol Covid-19 sekitar pukul 11.30 Wita. Proses penguburan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, dan petugas Kesehatan serta Satgas Desa Gelgel dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Selain dihadiri keluarga, proses pemakaman juga dihadiri prajuru Adat Desa Gelgel.

Bendesa Adat Gelgel, Putu Gde Arimbawa mengatakan kalau selama ini warga tersebut tinggal dan berktivitas di Denpasar. Selain dinyatakan positif, warga tersebut memiliki sakit penyerta. Setelah masuk rumah sakit, kemudian meninggal. Sedangkan hasil swabnya dinyatakan positif setelah meninggal.

Baca juga :  WNI Positif Covid-19 Bertambah 12, Sembuh dan Meninggal Tetap

“Pihak keluarga rencananya mau kremasi. Tapi pihak tempat kremasi menolak karena sekarang harus melampirkan surat nonreaktif. Jadi kami kubur,” ungkap Putu Arimbawa. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini