Lukisan Kaca Nagasepaha, Dulu Dibanggakan, Kini Kurang Perhatian

0
8
Ketua Kelompok Lukis Kaca Desa Nagasepaha, Kadek Suradi

Singaraja, DenPost

Pandemi covid 19 melumpuhkan segala sektor persendian ekonomi masyarakat. Salah satu yang juga paling terdampak adalah Usaha Mikro Kecil ( UKM ) lukisan kaca. Parahnya lagi, hingga sampai saat ini, pelukis lukisan kaca ciri khas Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

Atas kondisi tersebut beberapa perajin yang mengandalkan ekonomi dari lukisan kaca harus beralih profesi. Mulai dari menjadi tukang bangunan, pedagang permata hingga beralih menjadi jasa pembuat kolam ikan minimalis dan tebing-tebingan.

Kadek Suradi, Ketua Kelompok Lukis Kaca Desa Nagasepaha menuturkan, dampak pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa. Selama beberapa bulan terakhir, pihaknya hanya mampu menjual lukisan kaca beberapa buah.
“Hal ini sangat berbeda dengan kondisi normal sebelumnya,biasanya dalam kondisi normal, saya mampu menjual lukisan kaca berbagai ukuran dengan jumlah 20 – 40 buah setiap bulannya. Namun kini event pameran atau kegiatan pemerintahan tidak ada, minat orang membeli juga tidak ada serta harga sangat turun drastis,” ungkapnya, Minggu (21/6/2020).

Baca juga :  Buleleng Terima Hibah Aset BMN Jaringan Air dari Kementerian PUPR

Kondisi ini pun membuat pria tiga anak ini harus membanting profesi dan memilih menjadi tukang pembuat kolam minimalis disertai dengan tebing-tebingan. Penghasilannya pun sangat berbeda dengan hasil lukisan kaca yang ia geluti sejak tahun 2000-an.

“Biasanya saat kondisi normal dalam sebulan hasil lukisan kaca bisa Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta rupiah, sementara untuk pembuat kolam minimalis harganya tergantung dari konsumen dan sesuai dengan kesepakatan,” tuturnya.

Baca juga :  Diringkus, Otak Pembalakan di Desa Pangkungparuk, Buleleng

Suradi juga menambahkan, sampai saat ini UKM lukis kaca di Desa Nagasepaha belum tersentuh bantuan pemerintah. ”Beberapa lalu sudah mengajukan pengajuan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Buleleng, namun hingga kini kami, khusunya dengan anggota kelompok yang ada masih menunggu jenis bantuan apa yang nanti akan diberikan oleh pemerintah,” katanya.

Suradi juga mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya perhatian pemerintah terhadap kelangsungan UKM lukis kaca. ”Padahal kami sudah diakui menjadi aset daerah Buleleng, setiap ada kegiatan pameran kami selalu dinomorsatukan, karya-karya kami selalu dibanggakan, namun sekarang nyatanya banyak dari anggota kami mengharapkan bantuan dari pemeritah,” tambahnya. (118)

Baca juga :  Tengah Malam, Polres Buleleng Terjunkan 100 Personel ke Jembatan “Shortcut”

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini