Kebutuhan Rapid Tinggi, Dalam Sehari Dinkes Bisa Habiskan Ini

0
9
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya.

Sumerta Klod, DenPost

Pemerintah Provinsi Bali, berupaya efektif dalam mengelola anggaran penanganan Covid-19. Salah satunya mengevaluasi penyediaan layanan gratis tes rapid atau tes cepat bagi sopir angkutan logistik sejak, 18 Juni 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan kebutuhan tes rapid di Bali cukup tinggi. “Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai dan pelaksanaan tes rapid di beberapa wilayah akibat transmisi lokal,” ujarnya, Sabtu (20/6/2020).

Baca juga :  Pekak Pujiama Sebut Mafia Tanah Serobot Enam Kapling

Di Pelabuhan Gilimanuk saja, kata dia, terdapat sekitar seribu hingga dua ribu orang yang harus dirapid, khususnya para awak kendaraan logistik yang menuju Bali. Dengan beban tersebut, Suarjaya mengatakan Bali sempat mengeluarkan biaya miliaran rupiah.

Kata dia, dalam sehari Dinas Kesehatan Provinsi Bali menghabiskan alat uji rapid sekitar 3.000 sampai 4.000 ribu. Untuk satu alat, pemerintah mengeluarkan biaya Rp135 ribu. Jika dirupiahkan, pengeluaran terdiri dari uji rapid di Pelabuhan Gilimanuk Rp200 sampai Rp250 juta, di Pelabuhan Padangbai Rp50an juta, serta uji rapid dan uji swab pasien di karantina dan rumah sakit dan tempat lainnya mencapai Rp1 miliar.

Baca juga :  Rai Mantra Kembali Tegaskan Warga Denpasar Jangan Pulkam

“Secara hitung-hitungan matematisnya, memang menghabiskan anggaran berkisar Rp1,3 miliar perharinya. Itu belum dihitung biaya operasional sumber daya manusia yang harus bekerja sampai 24 jam setiap hari,” ungkap Suarjaya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini