Kejari Badung Kembali Dalami Dugaan Korupsi di LPD Kekeran

0
3
Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Hari Wibowo

Mangupura, DenPost

Kejari Badung kembali mendalami dugaan kasus korupsi dua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Badung. Dari informasi yang dihimpun di lapangan,  sejak  15 Juni 2020  pihak Kejari Badung  telah melakukan penyidikan terhadap laporan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi di LPD Desa Adat Kekeran, Desa Angantaka Kecamatan Abiansemal, Badung.

Kasus tersebut bermula dari Laporan Pertanggungjawaban LPD Periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Mei 2017, ditemukan adanya ketekoran kas yang bersumber dari tabungan, deposito dan kredit. Hasil penghitungan awal yang dilakukan auditor dari Kantor Akuntan Publik ditemukan adanya kerugian sejumlah sekitar Rp 5.270.486.402.

Baca juga :  Lagi, Begal Asal NTT Bonyok Diamuk Warga

Kepala Kejaksaan  Negeri Badung, Hari Wibowo, dalam siaran persnya, Senin (22/6/2020) mengatakan, hingga  saat ini pihak Kejaksaan Negeri Badung telah meminta keterangan sekitar 40 orang saksi di antaranya nasabah LPD, prajuru desa adat maupun pengurus LPD. “Kami  akan terus melakukan pemeriksaan guna mengumpulkan alat bukti dengan meminta keterangan menerapkan pola physical distancing, sambil menunggu proses penghitungan nilai kerugian keuangan negara secara real dari ahli. Baru kemudian akan menetapkan siapa saja yang akan menjadi tersangka dalam dugaan perkara ini,” terangnya. (115)

Baca juga :   Wisman Tiongkok Sepi, Nelayan Bengiat "Terselamatkan" Turis Eropa

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini