Rapid Test Mahal, Paguyuban Sopir Truk Jawa-Bali Mengadu ke Dewan

MENGADU - Paguyuban Sopir Truk Jawa Bali saat mengadu ke DPRD Buleleng Senin (22/6/2020).

Singaraja, DenPost

Paguyuban Sopir Truk Jawa Bali dan Suka Duka Air Telaga Sopir Truk Logistik, Senin (22/6/2020) mengadu ke gedung DPRD Buleleng. Ini terkait proses keluar-masuk orang dan mobil barang logistik serta dicabutnya pembiayaan rapid test.

Menurut perwakilan Paguyuban Sopir Truk Jawa Bali,  Kadek Bagiarta, sebagai sopir paket Jawa-Bali dengan penghasilan rendah, pihaknya  harus mengeluarkan lagi biaya untuk rapid test. “Saat ini, kami harus bayar biaya rapid test di Gilimanuk sebesar Rp 280.000 untuk 7 hari sedangkan untuk rapid test di Buleleng sebesar Rp 350.000. Tetapi di Jembrana biayanya hanya Rp 15.000,” ungkapnya.

Baca juga :  Di Buleleng, 12 Terkonfirmasi Positif Covid-19 dan Tujuh Pasien Sembuh

Dia meminta pemerintah daerah mencarikan solusi terkait dengan biaya rapid test yang dianggap sangat memberatkan. “Kami berharap pemerintah bisa mempertimbangkan (digratiskan) untuk para sopir pengangkut logistik ke Bali sehingga tidak mengurangi pendapatan kami sebagai sopir truk,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Perwakilan Suka Duka Air Telaga, Ketut Sunarta.

Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi para sopir logistik yang sudah menyampaikan aspirasinya ke Dewan Buleleng. Terkait biaya rapid test, DPRD Buleleng akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan Bupati Buleleng dan Satgas Covid-19 bagaimana menyïkapi keluhan dari para sopir logistik. “Mudah-mudahan ada jalan keluar semacam kebijakan-kebijakan yang bisa diterima oleh semua pihak baik itu para sopir, pelaku usaha dan pemerintah daerah, mengingat kita juga harus menjaga kesehatan warga Buleleng dan juga memikirkan para sopir truk karna adanya tambahan biaya yang menjadi beban,” jelas Supriatna. (118)

Baca juga :  Dukung Pengembangan UKM Buleleng, Dibangun Gedung PLUT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini