Wagub Sebut Prokes Objek Wisata akan Diverifikasi, PUTRI Beri Apresiasi

0
3
Wakil Gubernur Bali, Cokorda Artha Ardana Sukawati.

Dangin Puri, DenPost

Pemerintah Provinsi Bali berencana membuka akses pariwisata pada Agustus dan September 2020. Kebijakan itu dilakukan setelah membuka aktivitas lokal Bali sejak 9 Juli mendatang. Itu diakui Wakil Gubernur Bali, Cokorda Artha Ardana Sukawati.

Menyikapi rencana tersebut, Wagub menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan tanggung jawab besar. Maka pemerintah berkepentingan bahwa segala penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata harus sesuai standar.

“Kita ada tim yang dipimpin bapak Gubernur untuk memeriksa kesiapannya. Tim ini dari asosiasi dan pemerintah,” ujarnya Jumat (19/6/2020). Kata dia, standar protokol itu tidak lepas dari skema tatanan hidup era baru, yang mengedepankan pariwisata bersih, sehat dan aman.

Baca juga :  Digelar Akhir Juni 2020, Pangdam Ingatkan TMMD Terapkan Ini

Dia menjelaskan, protokol itu diterapkan di objek wisata, transportasi pariwisata dan akomodasi seperti hotel. “Kalau protokol di kendaraan, Pawiba yang bicarakan. Kalau objek-objek, PUTRI yang bicarakan. Sudah kita siapkan, nanti dicek ke lapangan,” ungkap Wagub.

Pembentukan tim verifikasi standar protokol kesehatan (prokes), diapresiasi Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha. Menurutnya kebijakan itu juga harus diikuti dengan komitmen para pelaku pariwisata menerapkan tatanan hidup era baru.

“Untuk wisata kuliner, yang tetap buka selama pandemi sudah menerapkan protokol. Sedangkan wisata alam, juga telah menyiapkan saran protokol kesehatan,” ungkapnya saat ditemui Senin (22/6/2020).

Baca juga :  UNBK Normal, Siswa SMK Tak Ikut Dirumahkan

Kata dia, berkutat selama lima bulan bersama pandemi membuat para pengelola pariwisata belajar tentang pencegahan penularan Covid-19. Yang tak kalah penting, menurutnya, harus ada regulasi terkait penyeragaman penerapan protokol kesehatan di semua sektor pariwisata.

Hal itu bisa dilakukan dengan membentuk tim verifikasi yang melibatkan unsur pemerintah, pariwisata, kepolisian, TNI dan desa adat. Dia menilai, optimisme pemerintah ini dipandang tepat, sebab pada September mendatang Australia berencana mulai membuka penerbangan.

“Dengan adanya jadwal ini, kami dapat mempersiapkan segala macam. Merekrut pegawai, memebri pelatihan kepada mereka soal protokol kesehatan. Juga mensterilkan area wisata,” paparnya.  (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini