Di Abuan Kangin, 14 Orang Sekeluarga Positif Corona

0
5
TES SWAB - Anggota keluarga perawat yang positif corona di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, saat menjalani tes swab. (DenPost/ist)

Bangli, DenPost
Penyebaran virus corona dengan penularan secara transmisi lokal di Bangli kembali berubah drastis. Setelah sempat landai, pada Senin (22/6/2020) kembali terjadi gejolak. Dalam sehari saja, ada penambahan 15 kasus baru di Desa Abuan, Kecamatan Susut. Sebanyak 14 orang di antaranya berada di Banjar Abuan Kangin. Mirisnya mereka berada dalam satu pekarangan rumah alias satu keluarga. Sedangkan satu orang lagi dari Banjar Serokadan.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa mengungkapkan khusus mengenai kasus di Abuan Kangin merupakan klaster dari tenaga kesehatan (perawat) yang bertugas di RS swasta di Gianyar. Pada Kamis (18/6) lalu dia dilaporkan terpapar virus corona. “Tim gugus tugas lalu melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang menjadi kontak eratnya (perawat),” jelasnya.

Hasil penelusuran itu ditemukanlah 18 orang. Mereka sudah menjalani tes swab. Hasilnya, 14 orang di antaranya dinyatakan positif tertular virus berbahaya tersebut. “Mereka tinggal dalam satu pekarangan, karena memang dihuni tujuh KK dan anggota keluarganya cukup banyak,” sebut Dirgayusa.

Baca juga :  Belum Dipulangkan, 22 Tenaga Kerja Magang ke Jepang Asal Badung 

Semuanya kini dirawat, isolasi, dan ditangani Gugus Tugas Provinsi Bali. Sejak diketahui tenaga kesehatan (nakes) itu positif corona, semua anggota keluarganya di pekarangan tersebut dikarantina secara mandiri. “Mereka tak diperkenankan keluar rumah,” tegas mantan Camat Kintamani ini.

Diuraikan pula, untuk kasus di Abuan Kangin yang positif corona sebanyak 14 orang itu, terdiri atas tujuh laki-laki dan tujuh wanita. Dengan usia tertinggi laki-laki 90 tahun dan terendah 9 tahun. Sedangkan yang perempuan, usia tertinggi 80 tahun dan terendah 19 tahun. “Untuk antisipasi perkembangan ini, besok (Selasa ini) dilaksanakan rapat pertemuan gugus tugas kabupatn untuk langkah-langkah berikutnya,”terang Dirgayusa.

Baca juga :  20 Ton Beras Tiba di Bangli, Polisi Siap Distribusikan ke 2.000 Warga

Selain di Abuan, juga ada penambahan tiga kasus baru dari kalangan PMI asal Kintamani yang pulang pada 31 Mei lalu. Rinciannya seorang dari Desa Sekardadi, seorang dari Desa Langgahan, dan seorang PMI dari Banjar Petung, Desa Batur Tengah. Total penambahan kasus baru per Senin sebanyak 18. Sedangkan kasus keseluruhan yang menimpa warga Bangli menjadi 129. Sebanyak 100 orang di antaranya sembuh dan 29 lainnya masih dirawat. (anta)

Baca juga :  Sunbagia Tewas Usai Tenggak Racun Serangga

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini