Korban Tenggelam di Pantai Berawa Ditemukan Tak Bernyawa

0
3
EVAKUASI - Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Rio di Pantai Berawa, Kuta Utara, Senin (22/6) kemarin. (DenPost/ist)

Kuta Utara, DenPost
Tim SAR akhirnya menemukan korban yang terseret arus di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Senin (22/6/2020) sore. Jenasah Raga Rino (26) ditemukan sekitar 500 meter dari bibir pantai sekitar pukul 16.40.

Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada, memaparkan sejak pagi, tim SAR melakukan penyisiran menggunakan rubber boat. Selain itu juga ada SRUdarat yang menyisir sepanjang pantai.

“Pertama kali yang menemukan jenazah terapung-apung adalah warga negara asing yang surfing. Selanjutnya dia mengikat dan membawa jenazah ke tepi pantai,” tutur Darmada.
Tim SAR gabungan yang melihat kejadian tersebut segera meresponsnya. Selanjutnya seorang personel Balawista mendekat menggunakan kano.

Baca juga :  Hendak Transaksi, Sindikat Penyelundup Penyu Dibekuk di Laut Serangan

Kondisi jenazah Rino tanpa pakaian dan bagian kulit tangan putih-putih. “Bagian kepalanya terlihat cedera berat, kemungkinan terbentur karang,” ungkap Darmada.

Jenazah Rino lalu dibawa ke RSUP Sanglah dengan ambulans BPBD Badung.
Sebelumnya Rino terseret ombak besar saat berenang di Pantai Perancak, Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, pada Minggu (21/6/2020) sore.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa mengatakan dua saksi yang merupakan teman korban, Arto Leo (22) dan Adrianus (23), mengatakan bahwa awalnya mereka dan korban tiba di Pantai Perancak sekitar pukul 16.00. “Mereka lantas menyusuri pantai ke arah barat,” bebernya, Senin kemarin.

Baca juga :  Sehari, 20 Warga di Bali Terpapar Corona, Termasuk Seorang WNA

Setelah itu, mereka kembali ke tempat semula untuk1 berenang di pantai. Tiba-tiba ombak besar datang menggulung saksi dan korban. Dua saksi berhasil menyelamatkan diri, sedangkan korban hilang. Saksi dan para wisatawan yang sedang surfing berupaya mencari korban, namun tidak berhasil. “Masih dilakukan pencarian terhadap korban. Saat kejadian, ombak cukup tinggi,” tegas Oka Bawa. (wiadnyana/sugi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini