Buka Bali Saat Pandemi, Kebijakan Pemprov Harus Merujuk Penambahan Kasus

0
3
Konsultan Ilmu Penyakit Tropis dan Infeksi, Prof. DR. Dr. Ketut Tuti Parwati Merati, Sp.PD.

Sumerta Klod, DenPost

Rencana Pemerintah Provinsi Bali membuka aktivitas masyarakat pada, 9 Juli 2020, membangun optimisme di kalangan publik. Kendati demikian, langkah ini harus terukur untuk menghindari meluasnya wabah Covid-19.

Konsultan Ilmu Penyakit Tropis dan Infeksi, Prof. DR. Dr. Ketut Tuti Parwati Merati, Sp.PD, mengatakan potensi penularan melalui transmisi lokal akan selalu ada. Maka tahapan membuka Bali harus merujuk perkembangan kasus positif. “Walaupun tanggal sudah ada, tapi itu kan ancang-ancang. Bila penularan terus meningkat, bahkan melewati batas kriteria tentu kebijakan bisa dievaluasi,” ungkapnya, saat dihubungi, Senin (22/6/2020).

Baca juga :  Hari Ini, Sampel Lab Warga Jepang Diambil

Maka penerapan proyek kesehatan dengan tertib dipandangnya sangat penting. Sebab, pandemi masih akan terjadi dalam beberapa bulan kedepan. Namun, masyarakat dihadapkan dengan kebutuhan hidup, sehingga harus bekerja. Untuk itu, masyarakat diminta tertib dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker.

“Kita tidak bisa terus diam di rumah. Harus mencari uang penyambung kehidupan, berdampingan bersama pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat harus ikut berperan dan bertanggung jawab terhadap kedisiplinan akan protokol kesehatan. Dengan demikian, pemerintah bersama masyarakat dapat mengendalikan penularan Covid-19, yang berkorelasi dengan gairah ekonomi dan menjadi promosi bahwa Bali aman dikunjungi wisatawan. Hal tersebut, selaras dengan skema pariwisata yang sehat, bersih dan aman.

Baca juga :  Dukung Kinerja Pemprov, Pertamina Sumbang Tiga Paket Logistik

Soal regulasi yang merujuk perkembangan kasus, hal ini sempat diutarakan Gubernur Bali, Wayan Koster. Dia mengatakan skema itu bisa saja dimajukan maupun ditunda, sesuai pergerakan kasus positif.

Kata dia, pihaknya telah membangun skema untuk membuka Bali secara bertahap. Aktivitas masyarakat, yang khususnya berkaitan dengan rantai pergerak ekonomi, kembali aktif dengan menerapkan protokol kesehatan. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini