Dituding Lakukan Penipuan, Ini Tanggapan PT SGB

0
6
Pejabat Sementara Branch Manager PT Solid Gold Berjangka, Peter Christian Susanto

 

Denpasar, DenPost

Setelah didemo beberapa kali oleh sejumlah nasabahnya, akhirnya managemen PT Solid Gold Berjangka (SGB) angkat suara. Pihak SGB mengaku jika perusahaannya dalam kondisi baik dan bahkan sejak awal tahun hingga April 2020 terjadi pertumbuhan 51 account yang masuk menjadi nasabah SGB.

Menurut Pejabat Sementara Branch Manager PT Solid Gold Berjangka, Peter Christian Susanto, sejak buka perdana pada 2018 hingga 2020, SGB mencatat sekitar 500 account. Suka duka menyelimuti dua tahun perjalanan SGB di Bali. Nasabah untung diam, namun yang merugi berulang kali melakukan aksi demonstrasi. “Eks nasabah yang melakukan aksi demo di depan kantor SGB Bali adalah eks nasabah yang membentuk forum khusus untuk pengaduan. Sebelumnya, pihak manajemen SGB Bali telah memberikan penjelasan detail mengenai proses penanganan pengaduan kepada seluruh eks nasabah. Namun demikian, para eks nasabah tidak sabar menunggu, tidak sabar mengikuti proses yang sedang berlangsung,” ucap Peter Christian Susanto, Senin (22/6) siang.

Baca juga :  Cegah Kerumunan Nasabah, Satpol PP-POM TNI Jaga Bank

Dilanjutkannya, SGB saat ini sedang memfasilitasi 94 pengaduan. Dituduh melakukan penipuan kepada nasabah, Peter menekankan jika itu terjadi tentu sudah sejak lama kantornya ditutup dan dilarang beroperasi. “Sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) No. 125 Tahun 2015, prosedur pengaduan harus melalui kantor pialang terlebih dahulu. Menempuh beberapa tahapan, yakni penyerahan berkas, melakukan klarifikasi atas kronologi pengaduan, dan musyawarah mufakat,” tegasnya.

Baca juga :  Hari Ini, Pengambilan Swab Pertama 8 OTG

Peter menegaskan sebagai bentuk tanggung jawab dan wujud profesionalitas, seluruh pengaduan eks nasabah SGB Bali saat ini akan diproses dan diselesaikan secepat-cepatnya dengan penuh kehati-hatian. Selain itu, manajemen SGB akan merampungkan seluruh proses pengaduan sesuai dengan Peraturan BAPPEBTI No. 125 Tahun 2015. “Kami berharap seluruh pihak dapat bersabar terlebih dahulu dan mempercayakan proses yang sedang berjalan. Proses penyelesaian memang memakan waktu karena setiap pengaduan memiliki kronologis yang berbeda-beda,” tegasnya.

Baca juga :  Bali Boleh Tak Pungut PHR Selama Enam Bulan

Lebih lanjut, Peter berharap eks nasabah dan seluruh pemangku kepentingan lain yang mengikuti jalannya proses penyelesaian bisa menahan diri. Termasuk tetap mengawal proses penyelesaian sesuai dengan peraturan hukum dan prosedur yang berlaku. “Kami mohon apabila ada kritik dan saran mengenai proses penyelsaian pengaduan eks nasabah SGB Bali bisa disampaikan langsung kepada kami. Silakan menghubungi terlebih dahulu bagian kepatuhan (compliance) sehingga bisa diperoleh keterangan dan informasi yang benar, lengkap, dan detail,” ungkapnya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini