Diserang Teman Sekolah, Terkapar Bersimbah Darah

0
5
LUKA - Korban penganiayaan saat menjalani pengobatan di RSUD Buleleng.

Singaraja, DenPost

Seorang siswa SMK di Buleleng, Putu Indra AD (17) ditemukan terkapar bersimbah darah pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 22.00 wita di pinggir jalan Desa Sanggalangit, Gerokgak, Buleleng. Siswa yang tinggal di Banjar Palbesi, Desa/Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng ini diserang teman sekolahnya dengan senjata tajam. Akibatnya korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Buleleng.

Menurut penuturan ayah korban, Dar (40), ketika anaknya pulang dari acara reuni di Desa Banyupoh, korban dikeroyok lalu ditusuk pisau oleh teman sekolahnya Kadek T bersama kakaknya Putu A di tepi jalan raya Sanggalangit, tepatnya depan bengkel Roda Dewata.

Ditambahkannya, sebelum insiden berdarah itu terjadi, Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 11.00 siang, korban sejatinya baru datang ke Gerokgak usai liburan di Denpasar. Tiba di Gerokgak, korban lantas meminta izin untuk kumpul acara reuni bersama teman-teman sekolahnya di Desa Banyupoh, Gerokgak.

Baca juga :  Balai Pertemuan Terancam Dibongkar, Warga Kesambi Baru Resah

Sekitar pukul 19.16, korban tiba-tiba menerima pesan tantangan duel berkelahi melalui WhattApp (WA) dari terduga pelaku Kadek T. Lalu pesan itu di-screenshot (potret layar) oleh korban dan dikirim langsung kepada ayahnya Dar.
Merasa khawatir, Dar pun mencoba menghubungi Kadek T. Dalam percakapan melalui telepon itu, Kadek T mengaku menerima permintaan maaf dari Indra yang disampaikan oleh Dar.

“Kadek T ini tidak ikut gabung reunian bersama korban di Banyupoh. Ya, posisi korban dan Kadek T terpisah. Korban di Banyupoh, sedangkan Kadek T di Sanggalangit,” imbuhnya.

Pulang dari reunian di Banyupoh, korban bersama salah seorang teman sekolah bernama Rizki berinisiatif menemui Kadek T untuk meminta maaf. Rupanya maksud baik korban meminta maaf malah memantik emosi Kadek T hingga insiden penganiayaan berdarah itupun terjadi.

Baca juga :  Gubernur Minta Agar Warga Rusia Diizinkan Menuju Bandara

Apakah sebelumnya ada persoalan pribadi antara korban dengan Kadek T? Ditanya begitu Dar mengaku selama ini hubungan pertemanan korban dan Kadek T terbilang sangat baik.
“Dari penilaian saya, hubungan keduanya saya lihat sangat bagus. Mereka sering kumpul bareng di sekolah ataupun kegiatan lainnya. Sempat tanya ke anak saya, katanya tidak pernah ada masalah dengan Kadek T. Kalau sudah begini, semuanya saya serahkan kepada pihak berwajib (kepolisian). Sudah, kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Mapolres Buleleng,” jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, Selasa (23/6/2020) saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan itu.

“Kasus penganiayaan pelajar ini masih didalami. Ya, korban dikeroyok oleh teman sekolahnya Kadek T dan kakaknya Putu A,” tandasnya. Saat ini, kasus di tangani unit PPA Satreskrim Polres Buleleng. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini