Masuk Kintamani, Pengunjung Wajib Bawa Suket Bebas Covid

PENELOKAN - Susana Penelokan, salah satu objek wisata di Kintamani sebelum dilanda pandemi Corona.

Bangli, DenPost

Pemerintah Provinsi Bali hingga kini belum membuka secara resmi semua objek pariwisata di Bali termasuk di Bangli. Sekalipum buka, itu pun hanya sebatas ada restoran, kafe dan sejenisnya dengan batasan tamu maksimal 50 persen dari suasana normal. Sementara itu, pandemi Corona belum juga reda, termasuk di Bangli. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Bangli mengambil kebijakan terhadap semua objek wisata di Bangli terutama di kawasan Kintamani. Di mana tamu yang masuk ke Kintamani diwajibkan berbekal surat keterangan (suket) bebas virus corona, minimal keterangan rapid test non-reaktif.

Baca juga :  Tabrakan, Pemotor Tewas

“Ketentuan wajib suket rapid test hanya berlaku bagi pengunjung wisata, sementara masyarakat yang cuma melintas di Kintamani cukup tunjukkan KTP,” kata Bupati Bangli, I Made Gianyar, dalam keterangan pers Selasa (23/6/2020) lalu. Kebijakan ini mulai diberlakukan Rabu (24/6/2020).

Made Gianyar yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli ini menguraikan, meskipun pariwisata belum dibuka, faktanya sejak beberapa pekan  di beberapa objek wisata di Kintamani seperti kawasan pegunungan Kintamani, Penelokan dan sekitarnya justru sudah ramai pengunjung. Nah, untuk memastikan keamanan bersama,  pengunjung yang datang ke objek wisata Kintamani wajib menunjukkan surat keterangan hasil rapid test.  (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini