Korban Mafia Tanah Ajukan Blokir Enam Sertifikat

0
6
AJUKAN PERMOHONAN - Wihartono selaku kuasa hukum Pujiama saat mengajukan permohonan pemblokiran sertifikat. (DenPost/ist)

Denpasdar, DenPost.id
Sepak-terjang Wayan Padma, yang terindikasi sebagai bagian dari mafia tanah , secara perlahan mulai terkuak. Terungkapnya gerakan Padma, khususnya dalam penguasaan tanah milik Ketut Gede Pujiama di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Denpasar, ini, sesuai laporan yang masuk Polda Bali dan permohonan blokir sertifikat.

Data yang dikumpulkan Jumat (26/6/2020), Padma hanya berbekal kuitansi pembelian tanah seluas 500 meter2 yang diduga palsu, sukses mensertifikatkan tanah milik Pujiama. Tapi luasnya menjadi 670 meter2 melalui program PTSL 2017.

Selain merugikan Pujiama, perbuatan Padma juga menyusahkan pengontrak di tanah tersebut, sebab mereka diusir paksa oleh Padma meski masa kontraknya belum berakhir.

Mengenai pemblokiran sertifikat, kata Wihartono selaku kuasa hukum Pujiama, dasarnya cukup jelas yakni Pujiama tak pernah menjual tanah di lokasi itu ke pada Wayan Padma. Surat permohonan blokir disampaikan Kornelis Agung Pringgohadi, anggota tim kuasa hukum Pujiama. “Kami mohonkan blokir agar tanah tidak dijual ke orang lain. Ibaratnya bola panas. Bila dialihkan, pihak terakhirlah yang akan mengalami kerugian besar,” ujar Wihartono di kantornya.

Baca juga :  Cok Ace Lepas dan Sambut Dandim 1611/ Badung

Berdasarkan informasi, tanah seluas 670 meter2 itu dijual Padma ke beberapa orang antara lain Muhaji, Dedik Sunardi, Albert Nahor, dan Wayan Wiwin. Di antara pembeli itu ada yang kemudian menjual ke orang lain lagi. Padma sendiri masih menguasai tanah seluas 150 meter2. Tanah tersebut awalnya seluas 250 meter2. Sejatinya tanah itu milik Joko Sugianto yang dibeli dari Pujiama tahun 2010. Sedangkan 100 meter2 lagi dijual dan bersertifikat atas nama Dedik Sunardi.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Sumerta Kelod Amankan Tiga Anggota Geng Motor

Selanjutnya sertifikat tanah seluas 83 meter2 atas nama Ni Wayan Wiwin yang kini menjadi atas nama Ronal M.Silitonga. Ni Wayan Wiwin juga mengalihkan lagi ke Nyoman Sri Suwandedi seluas 83 meter2. Sedangkan Wayan Padma menjual lagi tanah sertifikat atas namanya seluas 150 meter2 ke Robert John Nahor. Terakhir Wayan Padma mengalihkan haknya seluas 105 meter2 ke Muhaji Khusus, yang diklaim Muhaji, saat ini dikontrak Hendra hingga tahun 2047 mendatang. Muhaji pun sempat mengusir paksa Hendra dan keluarganya, tapi gagal.

‘’Kami mohonkan blokir dalam buku tanah agar tidak beralih sampai adanya putusan berkekuatan hukum tetap,” tegas Wihartono sambil menambahkan bahwa permohonan ini ditembuskan pula ke Kanwil BPN Bali. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini