Wakili BNN RI, Gubernur Koster Serahkan Penghargaan untuk Desa Pemogan

0
10

Dauh Puri Klod, DenPost
Mewakili Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan penghargaan kepada Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (26/6/2020). Penghargaan itu terkait program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tingkat daerah.
Koster mengatakan penghargaan itu diberikan kepada Desa Pemogan berkat peran-sertanya dalam pemetaan dan penjangkauan kepada masyarakat pada rehabilitasi berbasis masyarakat sejak Mei 2017. Penyerahan penghargaan itu diserahkan seringkaian peringatan puncak Hari Anti-narkotika Internasional (HANI) tahun 2020.

Acara ini juga disaksikan pejabat negara melalui virtual yang disiarkan dari Gedung Gaja Jayasabha, Denpasar. Turut hadir dalam penyerahan itu, Kajati Bali Erbagtyo Rohan, Wakapolda Bali Brigjen Pol.I Wayan Sunartha, dan Irdam IX/Udayana.
Wakil Presiden K.H.Ma’ruf Amin, dalam sambutannya menyampaikan peringatan Hari Anti-narkoba Internasional penting dilakukan sebagai momentum untuk tetap menunjukkan kewaspadaan terhadap bahaya narkotika. Apalagi, jumlah penyalahgunaan narkoba meningkat cukup tajam sejak tahun 2019.
“Data BNN menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa dengan rentang usia 10 tahun – 59 tahun. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 juta,” tegasnya.

Sedangkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tahun 2018 mencapai 2,29 juta. Adapun kelompok masyarakat yang paling rawan terpapar barang haram tersebut adalah mereka yang berada pada rentang usia 15 tahun – 35 tahun atau generasi milenial. “Tentu saja hal ini memerlukan perhatian khusus,” beber Wapres.

Baca juga :  Desa Adat Kuta Akan Evaluasi Pelaksanaan Ngerupuk dan Majelangu  

Ma’ruf Amin juga menyatakan bahwa penanganan virus corona dan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkoba), memerlukan standar yang sama, yaitu menjamin hak masyarakat agar dapat hidup dan berkembang secara optimal.
“Penanganan narkotika dan covid-19 membutuhkan standar yang sama, yaitu untuk memberi jaminan dan melindungi hak-hak masyarakat agar dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal,” kata Wapres Ma’ruf Amin seraya menyebut covid-19 dan narkoba merupakan musuh bersama yang harus diberantas karena keduanya merupakan ancaman serius.

Baca juga :  Belum Terima Subsidi Listrik, Jatah Warga Miskin Bakal Dirapel

Bila ancaman tersebut tidak segera ditangani secara sejak dini, maka dampaknya akan besar bagi pembangunan. “Keduanya, covid-19 dan narkoba, merupakan ancaman serius. Dampaknya multidimensi. Masuk mulai dari negara hingga merambah ke unit terkecil masyarakat yakni keluarga,” tandas Ma’ruf Amin.
Kepala BNN Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, dalam laporannya mengatakan, berdasarkan hasil penelitian BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI tahun 2019, terungkap bahwa tren prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia setahun terakhir ini sebesar 1,80 persen atau sebanyak 3.419.188 orang.

Sedangkan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika sekali pakai seumur hidup tahun 2011 sebanyak 2,40 persen atau 4.530.000 orang. Dengan demikian, dapat terselamatkan sekitar 1 juta jiwa penduduk Indonesia. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini