Ratusan Warga Jembrana Terjangkit DBD

0
8
Picsart 06 27 08.09.20
FOGGING - Pelaksanaan fogging di Kecamatan Jembrana.

Negara, DenPost

Selain menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jembrana saat ini juga tengah berjuang keras menghalau ancaman penyakit rabies dan Deman Berdarah Dengue (DBD).
Dari data di Dinas Kesehatan kasus DBD tahun 2020 sudah mencapai 163 kasus. Di mana di setiap kecamatan kasusnya bervariasi yakni, kecamatan Negara sebanyak 81 kasus, Pekutatan 27, Mendoyo 21, Jembrana 18 dan kecamatan Melaya sebanyak 16 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arishanta, Jumat (26/6/2020) mengatakan, untuk mencegah makin meluasnya kasus DBD selain melakukan pemberantasan jentik nyamuk juga dilakukan kegiatan fogging. “Ini kita lakukan secara rutin di daerah-daerah yang disinyalir rawan dari wabah nyamuk itu,” jelasnya.

Baca juga :  Urai Kemacetan di Gilimanuk, Gugus Tugas Jembrana Koordinasi ke Ketapang

Bupati Jembrana, I Putu Artha, mengatakan, saat ini semua warga masyarakat masih fokus terhadap virus Corona dan mengabaikan dampak dari wabah penyakit menular lainya.
“Saat ini semua masyarakat lagi booming dengan Virus Corona, padahal penyakit lainnya seperti Rabies dan Demam Berdarah Dengue (DBD) harus diwaspadai lantaran wabah-wabah penyakit ini sangat membahayakan bahkan telah banyak memakan korban jiwa,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi wabah-wabah penyakit menular ini, Bupati Artha menegaskan, dinas terkait harus sigap dan tanggap dalam melakukan penangan kasus-kasus ini. Ketiga jenis wabah ini memiliki tingkat keganasan yang sama (mematikan).
“Untuk itu saya instruksikan kepada dinas terkait agar melakukan langkah-langkah penanganan yang cepat sehingga warga masyarakat tidak tertular oleh penyakit-penyakit yang bisa mematikan itu,” tegas Artha. (120)

Baca juga :  Gilimanuk Lebih Selektif, Puluhan Orang Dipulangkan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini