Ratusan Tabung Ditemukan Mengambang di Lokasi Tenggelam KMP Dharma Rucita III

Tabung Elpiji
TABUNG TAK BERTUAN – Ratusan tabung elpiji kosong yang berhasi dikeluarkan dari KMP Dharma Rucitra III yang karam di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, pada 12 Juni 2020. Sejauh ini belum diketahui pemilik tabung tak bertuan ini. (DenPost/ist)

Padangbai, DenPost
KMP Dharma Rucitra III yang karam di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, akibat bocor pada 12 Juni 2020, kini dalam proses evakuasi. Sejak 23 Juni 2020 tim PT Three G Diving dan PT Dharma Lautan Utama berhasil mengangkut puluhan kendaraan dari lambung kapal. Yang mengejutkan, sejumlah tabung elpiji mengambang di lokasi tenggelamnya kapal tersebut. Petugas baru mengumpulkan 272 tabung kosong. Sejauh ini belum diketahui secara pasti pemilik tabung elpiji tak bertuan itu.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin kepada wartawan belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui siapa gerangan si pemilik tabung elpiji (gas) kosong tersebut. “Kami KSOP belum mendapat laporan mengenai pemilik tabung gas itu,” tegasnya.

Jika benar mengangkut ratusan tabung elpiji, maka KMP Dharma Rucitra III diduga melanggar Peraturan Menteri Perhubungan No.60 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan barang. Barang Berbahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal (9) huruf (a) paling sedikit berupa barang yang mudah meledak. Selain itu, kapal ini diduga melanggar UU No.17 Tahun 2008 tentang pelayaran dan konvensi internasional untuk keselamatan penumpang di laut, amandemen tahun 1974.

Baca juga :  Diduga Putus Cinta, Remaja Nekat Gantung Diri

Sementara itu Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama, Listiono Dwi Tutuko, kepada wartawan belum lama ini mengakui adanya puluhan tabung elpiji yang dibawa KM Dharma Rucitra III dari Pelabuhan Lembar, Lombok, NTB. Tabung-tabung elipiji kosong ini ketahuan lantaran mengambang di perairan. ‘’Kami awalnya tidak tahu ada tabung elpiji di KMP Dharma Rucitra III. Kami baru tahu setelah tabung-tabung ini mengambang'” jelasnya.
Listiono menambahkan manifest muatan kapal adalah kewenangan ASDP. Sedangkan pihaknya adalah operator yang hanya memuat penumpang dan barang setelah memperoleh tiket yang dikeluarkan ASDP. ‘’Kemudian ada kejadian dan ternyata membawa muatan gas, tapi kami tidak tahu. Kami masih minta keterangan ke personel di kapal, dan sudah diperiksa pihak terkait,” bebernya.

Mengenai pihak yang mengamankan tabung elpiji dari perairan adalah kepolisian pelabuhan, sehingga dipasangi police line. Listiono mengaku telah berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), termasuk pihak terkait untuk mengevakuasi ratusan tabung elpiji yang mengapung itu. “Dievakuasi demi keamanan pelayaran. Kami sudah koordinasikan dengan semua untuk evakuasi tabung-tabung itu untuk diamanakan di satu tempat yang disiapkan Jasa Raharja Putra karena menyangkut asuransi,” tandasnya.

Baca juga :  Gas Motor Nyantol, Kak Gaul Tewas Terlempar ke Sungai Ayung

Eka Suyasmin menambahkan pemeriksaan kecelakaan laut ini ditangani KNKT Jakarta termasuk otoritas lain yang berkaitan. “Hasilnya belum disampaikan kepada kami. Kami juga melakukan pemeriksaan, namun nanti kami laporkan ke dirjen. Kasus ini bukan kasus kecil, walau tidak ada korban jiwa, namun dampaknya besar,” tegasnya.

Pihaknya juga minta bantuan Basarnas untuk mencari kemungkinan adanya korban jiwa dalam kecelakaan kapal tersebut. Termasuk minta bantuan Pertamina guna pembersihan tumpahan minyak. “Pada hari pertama, kami langsung minta bantuan Basarnas untuk mengecek apakah ada korban jiwa atau tidak dalam kecelakaan itu. Syukur tidak ada. Mengenai tumpahan minyak, sudah ditangani Pertamina. Kami juga meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan atas kecelakaan ini,” tandasnya.

Baca juga :  Mahasiswa AS Selundupkan Narkoba Dalam Bentuk Kue Coklat

Hingga Sabtu (27/6/2020), evakuasi kendaraan dilakukan dengan cara diapung kemudian ditarik menggunakan tiga perahu karet ke pinggir Dermaga 2 untuk selanjutnya diangkat ke areal parkir Dermaga 2 dengan menggunakan alat berat shore crane.
Sedangkan Koordinator Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Bali-NTB, I Nyoman Agus Sugiarta, mengatakan tak tahu soal tabung elpiji tersebut. “Dalam laporan, mereka hanya menulis barang campuran, tanpa mendetail jenis dan jumlahnya,” bebernya kepada sejumlah wartawan.

Untuk diketahui KMP Dharma Rucitra III mengangkut sembilan tronton, sembilan truk besar, tiga truk sedang, satu kendaraan kecil, dua truk mini, sembilan sepeda motor dan 66 orang (43 penumpang, lima pedagang di kapal dan 17 ABK). (101/yun/kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini