Terkait Kebijakan Wajib Rapid Test, Anggota Dewan Usulkan Ini

Terkait Kebijakan Wajib Rapid Test, Anggota Dewan Usulkan Ini
AA Susruta Ngurah Putra

Dangri, DenPost

Kebijakan pemerintah yang mengharapkan pelaku kegiatan dilengkapi surat keterang rapid test disambut poistif anggota DPRD Kota Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra. ‘’Pada dasarnya rapid tes itu bagus. Hanya saja dalam kondisi sekarang, di mana semua pelaku kegiatan, baik itu pengusaha, karyawan dan pedagang, dalam kondisi tertekan. Mereka semua kesulitan, untuk bertahan hidup saja bersyukur. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk Kota Denpasar semua kegiatan yang membutuhkan rapid test diberikan secara gratis. Semua kegiatan yang membutuhkan surat keterangan rapid test difasilitasi Pemerintah Kota Denpasar secara cuma-cuma,’’ ujarnya, Rabu (1/7/2020).

Baca juga :  Mahasiswa Rancang Penutup Wajah Ramah Lingkungan, FT Unud Pertimbangkan Kompensasi SKS

Susruta mencontohkan, pedagang pasar kini wajib dilengkapi rapid test. Sedangkan suket itu hanya berlaku dua minggu. ‘’Nah, pedagang yang umumnya datang ke pasar minimal dua orang, akan perlu biaya Rp 700 ribu untuk satu kali rapid test. Dalam satu bulan mereka perlu uang Rp 1,4 juta. Begitu juga dengan perusahaan yang punya karyawan 100 orang. Jika dirapid test perlu biaya Rp 70 juta dalam sebulan atau dua kali rapid tes. Dari mana dana ini didapat oleh perusahaan tersebut? Sementara semua pelaku kegiatan dalam kondisi tertekan,’’ katanya.

Baca juga :  Langgar PPKM, Ratusan Usaha Non-Esensial Ditipiring

Menurut Susruta, hal ini akan memberatkan pelaku kegiatan. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 ini. ‘’Karena itu saya harapkan semua kegiatan proses rapid test diberikan secara gratis,’’ tandasnya. (105)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini