Cegah Miskomunikasi, KPU dan Bawaslu Samakan Persepsi

0
4
Cegah Miskomunikasi, KPU dan Bawaslu Samakan Persepsi
WEBINAR - Bawaslu Bali mengikuti webinar perdana yang digagas KPU Bali. Pertemuan maya ini dalam rangka menyamakan persepsi terkait penyelenggaran Pilkada di era new normal.

Sumerta Klod, DenPost

Menyukseskan Pilkada pada masa pandemi Covid-19 bukan perkara mudah. Selain target partisipasi pemilih mesti mencapai 85 persen, penerapan protokol kesehatan juga menjadi objek vital pengawasan lantaran diatur norma hukum.

Ini dibahas dalam webinar yang digagas Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali pada Rabu (1/7/2020). Kegiatan bertajuk “Norma Hukum Potensi Penganggaran dan Antisipasi Pilkada di Era New Normal” itu  diikuti Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali, serta jajaran tingkat kabupaten/kota.

Baca juga :  Diduga Terjangkit Corona, Pasien Keguguran Diisolasi di RSUP Sanglah

Usai membuka rapat daring, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, hal penting yang harus disepakati dalam menyukseskan Pilkada serentak tahun 2020 ini adalah kesamaan persepsi antara penyelenggara dan pengawas. “Pilkada di tengah pandemi ini akan banyak aturan dan norma baru, namun kita harus tetap berkualitas. Webinar ini bertujuan menyatukan visi kita, bagaimana menyukseskan Pilkada ini dengan tidak mengurangi kualitas,” ungkapnya kepada puluhan hadirin yang terdiri dari jajaran KPU dan Bawaslu di Bali.

Baca juga :  Bali Didorong Manfaatkan Sampah untuk Listrik

Melalui pertemuan daring perdana ini, dia ingin terjalin komunikasi dan satu persepsi di tubuh KPU dan Bawaslu, dari tingkat provinsi hingga tingkat ad hoc atau lembaga sementara untuk menyukseskan Pilkada serentak tahun 2020.

Hal senada disampaikan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani. Dikatakannya, riak-riak yang terjadi dalam menjalankan tugas penyelenggaraan Pemilu cukup banyak. Kata dia, itu bisa terjadi atau ditimbulkan oleh pihak yang memiliki komitmen berbeda dari pemerintah.

Baca juga :  Rapid Test 80 Warga Perum Pondok Galeria, Pasangan Suami Istri Reaktif

“Kami selalu koordinasi dengan KPU. Jadi tujuannya bagaimana kita punya pemahaman yang sama. Pengalaman kita, dari Pemilu ke Pemilu masih ada komunikasi yang terputus, antara Bawaslu dengan KPU,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk menjaga komunikasi tetap kondusif.  (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini