Dukung UMKM, Pemprov Tunda Penagihan Pinjaman Hingga Berikan Stimulus

Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati

Sumerta Klod, DenPost

Mengedepankan asas keadilan, Pemerintah Provinsi Bali turut memberi dukungan terhadap Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat pandemi Covid-19. Itu ditungkan dalam SE No: 065/447/DISKOP/2020.

Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjelaskan, kebijakan itu tentang Penangguhan Penagihan Pinjaman untuk Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, serta menyediakan stimulus ekonomi sebesar Rp 220 Miliar.

“Untuk membantu para perajin di Bali, maka Pemprov Bali mengeluarkan regulasi yang bersifat relaksasi, sehingga meringankan dampak pandemi Covid-19,” terangnya saat menjadi panelis dalam Government Rountable Series Covid-19: New, Next, Post secara virtual dengan tema “UMKM Bali pasca Covid-19”, di Denpasar, Kamis (3/7/2020).

Perhatian pemerintah terhadap UKM bukan tanpa alasan. Cok Ace menyebutkan, merujuk dampak kemerosotan ekonomi akibat Bom Bali 1 dan 2 yang melemahkan pariwisata Bali, sektor UMKM justru menjadi penyelamat.

Baca juga :  Amankan Pelaksanaan Pilkades Ditengah Covid-19, Polda Bali Lakukan Ini

Menurutnya, langkah pemerintah ini bukan baru kemarin sore. Dia menyebutkan bahwa upaya itu telah diwujudkan melalui Pergub No. 79 tahun 2018 tentang hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub No 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatn Produk Lokal Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Melalui regulasi tersebut, Cok Ace optimis UMKM di Bali kembali menggeliat. Selain dari segi permodalan, pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia UMKM, dengan akan memberi pelatihan kepada pengusaha dan pegawainya. “Ini untuk menunjang kemampuan serta daya saing masyarakat, bimtek bagi wirausaha muda, mendorong peningkatan kemampuan tenaga kerja Bali melalui program balai latihan kerja,” sambungnya.

Baca juga :  Keramaian di Dusun Wanasari, Rai Mantra Instruksikan Beri Sanksi

Menuju UMKM berdaya saing, dalam pertemuan virtual itu dia mengingatkan agar pengusaha menerapkam sistem pembayaran non-tunai. Selain menyesuaikannya kan diri dengan jaman, langkah ini juga menekan potensi penularan virus melalui pembayaran tunai. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini