Perajin Wadah Banting Setir Jual Layangan

Picsart 07 05 04.50.30
PERAJIN LAYANG-LAYANG - Perajin wadah atau bade asal Desa Bebandem, Karangasem, Ida Ketut Santosa, yang mencoba peruntungan jadi perajin layang-layang.

Amlapura, DenPost

Pandemi Covid-19 yang berdampak pada pembatasan upakara keagaamaan, ternyata membuat banyak perajin sarana upakara beralih profesi. Salah satunya perajin wadah atau bade asal Desa Bebandem, Karangasem, Ida Ketut Santosa.

Sepi pesanan akibat Covid-19, agar dapur tetap mengepul dia mencoba peruntungan jadi perajin layang-layang.

Tak sekadar layang-layang biasa, skill melukis yang Ketut Santosa miliki membuatnya berinovasi membuat layangan lukis sesuai order. “Lagi rame saya lihat yang bermain layang-layang. Sudah dua bulan saya menganggur akibat Covid-19. Melihat peluang ini, saya mencoba membuat layang-layang lukis,” jelasnya.

Benar saja, peluang yang dilihat Santosa berbuah manis. Kini, layangan buatannya ramai order. Perharinya bisa mendapat pesanan lebih dari 5 layangan berukuran 1 sampai 1,5 meter. “Harganya 1 meter bisa Rp150 – Rp200 ribu. Sedangkan 2 meter bisa diatas Rp200 ribu. Semua tergantung jenis lukisan yang dipesan,” jelas Santosa.

Baca juga :  Komisi III Minta Perumda Selesaikan Kontribusi Lahan Tirta Ujung

Perharinya, dia bisa menuntaskan 5 sampai 6 layang-layang. “Yang paling banyak pesan biasanya bergambar burung hantu dan celuluk,” imbuhnya.

Berpenghasilan Rp500 ribu sampai Rp600 ribu perhari, membuat Santosa tak hanya bisa mengepulkan dapurnya kembali. Bahkan dia sampai bisa mengajak anak-anak di sekitar wilayahnya untuk bekerja dalam membuat layang-layang. “Ya, anak-anak saya rekrut untuk membantu,” pungkasnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini