Seminggu Membaik dari Covid-19, Ini Penyebab Dirut Puri Raharja Meninggal

0
13
Picsart 07 05 04.52.33
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya.

Besakih, DenPost

Direktur Utama Rumah Sakit Puri Raharja, dr. I Nyoman Sutedja (64) meninggal dunia pada, Sabtu (4/7/2020) pada pukul 21.30 Wita, tepat sebelas hari setelah almarhum divonis positif terjangkit Covid-19, 28 Juni lalu.

Secara medis, dia meninggal karena cardiac arrest atau serangan jantung.

“Ya, penyakit komorbidnya hipertensi dan gangguan paru juga sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, ditemui di Pura Besakih, Minggu (5/7/2020).

Baca juga :  Toko Peralatan Kesehatan Didatangi Satpol PP

Terkait kronologi perawatan, Suarjaya menyebutkan almarhum pada awalnya dirawat di RSUD Wangaya, Denpasar. Atas sejumlah pertimbangan, almarhum kemudian dirujuk menuju Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Udayana. Dirawat intensif di ruang ICU, almarhum juga sempat dipasangi alat bantu pernapasan berupa ventilator. Seminggu dirawat, kondisi almarhum membaik, sehingga dokter memutuskan untuk melepas ventilator atau estubasi.

“Sudah buka ventilator ternyata terjadi cardiac arrest (serangan jantung),” ungkap Kadiskes.

Baca juga :  Dampak Corona, 50 Persen Pesanan Produk Ini Dibatalkan

Darimana almarhum tertular? Suarjaya tidak menjawab pasti. Dia hanya menyebutkan, penularan transmisi lokal di Rumah Sakit Puri Raharja sedang kencang-kencangnya.

Dia juga menyebutkan almarhum dikenal rajin berkeliling memantau pelayanan medis, serta dekat dengan pegawai termasuk petugas medis. Soal penyebab meninggalnya almarhum, Direktur Utama RSPTN Unud, dr. Dewa Putu Gede Purwa Samatra, juga berkata sama.

Saat dikonfirmasi wartawan, dia menjelaskan dirujuknya almarhum ke RSPTN lantaran saat dirawat di RSUD Wangaya sempat mengalami saturasi oksigen, di mana daya tangkap oksigen di paru-paru menurun. Selain dipasangi ventilator, kata Purwa, almarhum juga telah menjalani terapi plasma konvalesen yang didatangkan dari Jakarta.

Baca juga :  Peduli Yatim Piatu Alihkan Bantuan untuk Pencegahan Covid-19

Setelah dinyatakan meninggal, selanjutnya jenazah dikirim ke RSUP Sanglah untuk dilakukan pemulasaran jenazah sesuai standar Covid-19. “Kami di RSPTN tidak punya pemulasaraan jenazah, biasanya kita kirim ke RSUP Sanglah,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini