Upacara “Pengelukatan Suda Mala”, Upaya Niskala Cegah Covid-19

0
2
Picsart 07 05 04.53.20
PENGELUKATAN SUDA MALA - Pelaksanaan upacara Pangelukatan Suda Mala yang dilakukan Pemkot Denpasar, di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Minggu (5/7/2020).

Sanur Kaja, DenPost

Pemkot Denpasar, bersama Majelis Madya Desa Adat melaksanakan upacara Pengelukatan Suda Mala yang dipusatkan di Pantai Matahari Terbit, Sanur yang bertepatan dengan banyu pinaruh, Minggu (5/7/2020).

Pelaksanaan upacara dengan tetap menekankan protokol kesehatan ini, dipuput Ida Pedanda Putra Sari Arimbawa, dari Griya Tegal Sari, Denpasar.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Puwantara, mengatakan banyu pinaruh yang dilaksanakan sehari, setelah Saraswati identik dengan pembersihan diri. Dengan melihat dewasa ayu, di mana banyu pinaruh bertepatan dengan purnama kasa, maka ditempuh upaya niskala untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Bali, khususnya Kota Denpasar. “Selain merupakan upaya penyucian diri dan alam semesta, upacara pengelukatan suda mala merupakan salah satu upaya niskala untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Bali, khususnya di Kota Denpasar,” kata Raka Puwantara.

Baca juga :  Jerinx Dijadwalkan Sidang pada 10 September

Pihaknya menjelaskan rangkaian upakara pengelukatan banyu pinaruh di Kota Denpasar, dengan pengelukatan Suda Mala dilaksanakan dengan konsep segara lan gunung. Pada pagi hari pukul 07.00 Wita, sudah dilaksanakan upacara  pamlehpeh lan peneduh jagat di Pura Pengubengan, Besakih yang diempon Pemkot Denpasar. Selanjutnya pada pukul 11.00 Wita, dilaksanakan upakara Pengelukatan Suda Mala di Pantai Matahari Terbit, Sanur. Tirta dari Pura Pangubengan dipendak menuju tengah segara (tengah laut) untuk diupacarai dan disatukan, sehingga menjadi Tirta Pengelukatan Suda Mala.

Baca juga :  Pecah Sentralisasi Politik, Koalisi Lima Parpol Ambisi Masuk Eksekutif dan Legislatif

Setelah pelaksanaan upakara di Pantai Matahari Terbit usai, tirta langsung dipundut ke masing-masing kecamatan dan diteruskan ke bendesa adat untuk selanjutnya dibagikan melalui banjar adat. Selanjutnya, masyarakat Denpasar dapat melaksanakan pengelukatan di rumah masing-masing. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini