Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., Sejahterakan Petani Kopi di Bali-Nasional

0
8
Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P.,  Sejahterakan Petani Kopi di Bali-Nasional
LEGAL CORPORATE - Togar Situmorang (kiri) bersama Dirut PT Koop Kopi Indonesia Reza Fabianus memperlihatkan surat legal corporate belum lama ini. (DenPost/ist)

ADVOKAT dan pengamat kebijakan publik, Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., mengungkapkan bangga karena diberi kepercayaan sebagai legal corporate (perusahaan dalam bidang jasa yang mengurus segala macam aspek legalitas klien) oleh PT Koop Kopi Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta.

‘’PT Koop Kopi Indonesia adalah bagian dari koperasi nasional serta lingkup bisnisnya adalah kesejahteraan para petani kopi di Bali. Tujuannya supaya petani kopi di Bali secara tenang bekerja serta mendapat hasil yang sesuai dan mendapat bantuan kredit,” ungkap Togar Situmorang, Minggu (5/7/2020) kemarin.

Untuk diketahui, PT Koop Kopi Indonesia adalah suplayer kopi untuk Starbucks. Lewat kerja sama dengan Law Firm Togar Situmorang sebagai legal corporate, maka bisnis kopi ini tak hanya di Bali, namun juga bekerja sama untuk kopi sumatera. ‘’Kami akan buat due diligence atau perjanjian untuk para investor yang ingin menanamkan investasi di PT Koop Kopi Indonesia secara aman dan transparan,” tegas Togar Situmorang.

Baca juga :  Hari Ini, Sampel Lab Warga Jepang Diambil

Advokat yang masuk Tim 9 Investigasi Komnaspan ini menilai pertumbuhan beragam model bisnis yang semakin kompleks membuat kehadiran legal corporate menciptakan lawyer corporate andal dalam jumlah banyak semakin diperlukan. Transaksi para pebisnis berkelas tak akan bisa dibilang aman tanpa kepiawaian lawyer (pengacara). Layanan jasa dari advokat mulai dari legal due diligence, advising structure, persiapan kontrak dan negosiasi hingga persiapan amunisi untuk memenangkan perkara, jika terpaksa sengketa menjadi kebutuhan.

‘’Perusahaan bisa saja memiliki in house counsel sendiri, namun tetap saja tak semua tumpukan urusan hukum bisa diselesaikan sendiri oleh pegawainya itu. Spesialisasi tertentu yang lebih spesifik pada akhirnya hanya bisa ditemukan dari lawyer eksternal,” beber Dewan Pakar Forum Bela Negara ini.

Baca juga :  Setengah Bulan, Ratusan Mobil Digembosi Dishub

Dia menambahkan, tak ada satu hal pun yang luput dari hukum di negara ini, termasuk aktivitas bisnis oleh perusahaan maupun individu, seperti perjanjian (kontrak) kerja sama dengan rekan bisnis, pendirian perusahaan, perizinan, merk dangang, paten, hak cipta, merger, dan akuisisi. Hal itu semua diatur oleh hukum yang artinya segala aktivitas harus tunduk dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Panglima Hukum ini menegaskan bila tak sesuai hukum, maka bersiaplah suatu perusahaan menghadapi gugatan atau tuntutan hukum dari pihak ketiga (misalnya masyarakat, karyawan, rekan bisnis, bahkan pemerintah). Jika terjadi masalah, maka akan berakibat terganggunya aktivitas bisnis perusahaan, hancurnya reputasi dan nama baik perusahaan, serta hal-hal lain yang berujung pada kerugian perusahaan secara ekonomi.

Baca juga :  Sekap dan Aniaya Mantan Pegawai, Pria Irlandia Ditetapkan Tersangka

’’Kami mengharapkan hubungan baik ini bisa dijaga bersama, dan dengan adanya kerja sama ini, PT Koop Kopi Indonesia bisa masuk dalam bursa saham dan bisa mengakomodir para petani kopi Indonesia untuk lebih baik dan dapat menunjang program pemerintah yaitu UMKM,” tutup Togar Situmorang.

Selain PT Koop Kopi Indonesia, Law Firm Togar Situmorang di antaranya juga menjadi legal corporate PT Bali Global Service (BGS), PT Dwi Sarana Mesari (Jayamahe), dan RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo, Jombang, Jatim. (yad)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini