Koster Isyaratkan Target Partisipasi Pemilih Dievaluasi, KPU Komit 85 Persen

0
7
Koster Isyaratkan Target Partisipasi Pemilih Dievaluasi, KPU Komit 85 Persen
Gubernur Bali, Wayan Koster

Sumerta Klod, DenPost

Partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak tahun 2020 di Bali ditarget 85 persen. Angka itu disepakati dalam rapat antara Pemerintah Provinsi Bali, Komisi Penyelenggara Pemilu Provinsi Bali dan pemangku kebijakan lainnya, Oktober 2019 lalu.

Target itu merujuk capaian partisipasi pemilih dalam Pilpres 2019 yang mencapai 82 persen. KPU Bali, dalam Rencana Strategis (Renstra) Pilkada 2020 memasang target 77,5 persen. Memandang perkembangan kasus Covid-19, di mana angka kasus positif dan meninggal meningkat, Gubernur Bali, Wayan Koster mengisyaratkan target itu dievaluasi.

Baca juga :  Aniaya Pengendara Sepeda, Pria Bertatto Ditangkap

“Eggak, enggak, nanti kita lihat. Mudah-mudahan makin bagus ke depan,” ujarnya saat ditanya apakah target 85 persen tetap dipertahankan. Itu ia katakan di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Sumerta Klod, Denpasar Timur, belum lama ini.

Soal isyarat evaluasi tersebut, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengaku komit terhadap target 85 persen. Meski berat, Lidartawan mengaku optimistis target tersebut tercapai. Bahkan, dia mengaku sudah punya jalan keluar.

“Apapun kendalanya, tidak harus memberhentikan capaian. Optimis, kalaupun di jalan ada kendala, kita sudah punya cara. Model milenial melalui sosial media, karena tidak boleh mengumpulkan masa,” ujarnya pada Minggu (5/7). Salah satu strategi yang akan dia terapkan adalah sosialisasi digital.

Baca juga :  2.975 Karyawan di Denpasar Dirumahkan

Pejabat asal Bangli ini mengatakan, KPU akan memproduksi video singkat yang akan disebar di kanal digital seperti YouTube. Sosialisasi juga akan dilakukan dengan memanfaatkan grup pesan jejaring. Setiap hari Jumat, kata dia, para penyelenggara Pilkada yang jumlahnya 6000-an juga wajib memasang ajakan memilih di akun jejaring sosialnya.

“Biayanya murah, karena tersentuh lebih banyak. Apalagi dibantu partai, kalau partai ikut sosialisasi, saya yakin lebih bagus,” ungkapnya. Hal ini dipandangnya sangat efektif, sebab di era digitalisasi saat ini hampir semua orang punya akun digital.

Baca juga :  Ratusan Koperasi di Denpasar Dapat Dana PBSU

“Sekarang ada google map, semua punya email, maka lembaga dan model sosialisasi terdorong untuk digitalisasi,” imbuhnya. Dia menambahkan, pandemi Covid-19 ini memberi pembelajaran bahwa semua dipacu lebih baik, seperti peningkatkan kualitas dan kapabelitas penyelenggara. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini