Membandel, Demo Mahasiswa Asal Papua Dibubarkan Polisi

0
18
Membandel, Demo Mahasiswa  Asal Papua Dibubarkan Polisi
DIBUBARKAN POLISI – Nekat berdemo di tengah wabah corona, sejumlah warga Papua yang dipimpin Ketua AMP Komite Kota Bali, Jeeno Dogomo, terpaksa dibubarkan polisi Senin (6/7) kemarin.

Renon, DenPost
Puluhan anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar unjuk rasa di areal parkir timur Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Senin (6/7/2020) sekitar pukul 10.00. Lantaran di tengah pandemi virus corona, maka demo yang dipimpin Ketua AMP Komite Kota Bali, Jeeno Dogomo, ini terpaksa dibubarkan secara paksa oleh polisi dengan kendaraan water canon.

Demi ini diikuti 25 orang. Mereka membawa sepanduk, poster, dan pengeras suara, sambil menuntut agar negara bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan di Papua Barat. “Para pendemo datang sekitar pukul 10.00. Mereka langsung berorasi di timur Lapangan Puputan Margarana, Renon,” kata polisi.
Polisi sempat menghalau para pendemo agar tidak berorasi dan berkerumun di jalan raya, sebab Denpasar masih zona merah penyebaran corona. “Mereka merangsek ke arah bundaran Renon, namun segera dihalau petugas,” beber polisi.

Setelah demo berlangsung sekitar 10 menit, Tim Satgas Covid-19 Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur, mengimbau para pendemo segera bubar karena berpotensi terjadi penyebaran virus corona. Namun para pendemo tidak mengindahkan imbauan petugas.

Baca juga :  Usai Terima Surat PHK, Penjaga Villa Gantung Diri

Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dengan membubarkan para pendemo secara paksa. Polisi menyemprotkan air dengan kendaraan water canon. Sekitar 20 menit kemudian, perserta demo membubarkan diri. “Sejumlah kendaraan yang parkir di pinggir jalan tumbang terkena semprotan air,” tegas polisi.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan demo tersebut berjalan aman, meski sempat dilakukan pembubaran dengan menyemprotkan air ke para pendemo. (yan)

Baca juga :  Curi CCTV Kafe, Residivis Asal Libanon Dipolisikan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini