Putri Suastini Koster Ajak Pasangan Muda Tunda Kehamilan

0
11
Putri Suastini Koster Ajak  Pasangan Muda Tunda Kehamilan
USAI INTERAKTIF - Putri Suastini Koster didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Agus Proklamasi, usai interaktif PADA Senin (6/7) kemarin. (DenPost/ist)

Sumerta Klod, DenPost
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putu Putri Suastini Koster mengajak pasangan muda agar menunda kehamilan pada masa pandemi virus corona. Alasannya, imunitas wanita hamil cenderung lemah, sehingga berisiko tertular virus. Hal itu dikatakan istri Gubernur Bali Wayan Koster ini pada Senin (6/7/2020) dalam suatu program interaktif.

Putri Koster menyadari kehamilan merupakan hak setiap wanita. Terlebih bagi pasangan pengantin baru, kehamilan merupakan suatu kewajiban dan terkadang menjadi tuntutan keluarga. Namun pada masa pandemi ini, kondisi tersebut akan sangat berisiko bagi kesehatan ibu dan anak.

Mengenai kebijakan ini, Putri Koster ingin agar anggota PKK di tingkat kabupaten/kota ikut mensosialisasikannya. “Tapi tidak dengan informasi menakut-nakuti, namun dengan informasi yang edukatif,” bebernya.

Baca juga :  Sang Pacar Bantah Gerard Tewas Karena Minum Tuak

Bila telanjur hamil, maka ibu hamil harus waspada dan memperketat protokol kesehatan (prokes) terhadap diri sendiri supayar terhindar dari paparan virus corona. Caranya seperti memenuhi kebutuhan gizi agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh. “Walau sedikit ribet dengan menerapkan prokes pada diri sendiri yang lebih ketat dari orang lain, hal itu tidak apa-apa, karena itu semua demi kesehatan ibu-ibu dan bayi dalam kandungan,” sarannya.

Agar ibu hamil mendapat informasi dan pelayanan yang tepat, Putri Koster juga minta agar petugas medis di lapangan memperhatikan klaster para ibu hamil. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Agus Proklamasi, menambahkan jumlah pasangan subur di Bali terbilang sangat tinggi. Jumlah totalnya sekitar 400 ribu. Sebanyak 18.400 di antaranya hamil. Jumlah tersebut, menurutnya, sangat tinggi terlebih saat diberlakukannya work from home alias bekerja dari rumah. Saat itu terjadi peningkatan kehamilan yang sangat tinggi. “Saya khawatir dengan angka ini, karena pada September-Desember akan terjadi baby boom atau peningkatan jumlah kelahiran bayi,” tutur Agus.

Baca juga :  WNI Positif Covid-19 Bertambah 12, Sembuh dan Meninggal Tetap

Dia mengakui bahwa terdapat beberapa risiko yang bisa dialami ibu hamil di masa pandemi. Seperti melakukan kontrol ke puskesmas, bidan atau rumah sakit akan lebih sulit, karena penerapan prokes. Saat kontrol, ibu hamil juga wajib menunjukkan surat keterangan tes cepat, sehingga perlu biaya tambahan.
Bila ibu hamil terpapar corona, maka dampaknya juga dirasakan oleh calon bayi. Untuk itu, Agus minta agar pasangan usia subur menunda kehamilan agar tidak berisiko. “Sekali lagi kami tidak melarang, tapi kami mengimbau agar pasangan muda hendaknya menunda kehamilan di masa pandemi ini. Setelah pandemi berakhir, silakan melanjutkan program kehamilan. Ini semua demi kesehatan kita bersama, khususnya untuk ibu hamil dan calon anaknya kelak,” pungkasnya. (wira)

Baca juga :  Unud Apresiasi Alumni dan Dosen Berprestasi

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini