Gempa saat Sasih Kasa, Ketua PHDI Sebut Ini Artinya

0
7
Gempa di Sasih Kasa, Ketua PHDI Sebut Ini Artinya
GEMPA BUMI - Episenter gempa bumi yang terjadi pada Selasa (7/7/2020) pagi.

Tonja, DenPost

Gempa bumi dengan kekuatan 6,1 SR terjadi di laut Jawa pada Selasa (7/7/2020) pagi. Getaran dahsyat itu juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Bali, seperti Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Berdasarkan catatan tradisional Bali, yakni Lontar Pelelindon, gempa yang terjadi pada sasih kasa ini merupakan pertanda baik bagi negeri ini. Itu disampaikan Ketua PHDI Bali, Prof. IGN. Sudiana saat dihubungi pada Selasa sore.

“Kalau menurut Lontar Pelelindon negara akan pertanda baik. Akan mendapat kemakmuran. Peminpin semakin teguh bekerja dan untuk melindungi rakyatnya,” ungkap pria asal Karangasem ini.

Baca juga :  Satpol PP Bubarkan Kerumunan Warga di Patung Kuda Citra Land

Apakah gempa ini ada kaitannya dengan upacara Pemahayu Jagat di Pura Besakih pada Minggu (5/7/2020) lalu? Dia nyebut ada. Sebab upacara Pemahayu Jahat di Pura Besakih juga bertujuan memohon kebaikan.

“Ada, karena bila dimaknai dari kata, pemahayu asal katanya mahayu, artinya membuat supaya rahayu selamat dan sejahtera. Tujuan upacara ini, juga agar alam dengan segala isinya selamat, tentram dan sejahtera,” bebernya.

Apakah akan ada upacara susulan terkait gempa ini? Sudiana mengatakan PHDI masih berkoordinasi dengan para pendeta dan sumber lainnya, apakah upacara terkait gempa perlu dilakukan atau tidak.

Baca juga :  Kadiskes Ingatkan Orang Sehat Berpotensi Tularkan Covid-19

Pada Selasa pagi wilayah Laut Jawa diguncang gempa tektonik bermagnitudo  M=6,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,77 LS dan 110,64 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 km arah Utara Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah pada kedalaman 539 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, memaparkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( Normal Fault ).

Baca juga :  Lagi, Dua Pegawai RSU Bangli Positif Terpapar Virus Corona

Guncangan gempa bumi ini lanjut dia, dirasakan di daerah Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta dan Mataram  III MMI, serta Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri dan Kebumen II-III MMI. Termasuk juga dirasakan di Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat , Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, wonosobo, Magelang, Purbalingga dan Gianyar II MMI.  (113/106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini