Perketat Pengawasan Saat Pantai Kuta Dibuka, Desa Adat Disarankan Bentuk Ini

0
4
Picsart 07 07 07.54.41
MASIH SEPI - Suasana Pantai Jerman, Kuta yang masih sepi menjelang dibuka 9 Juli 2020.

Kuta, DenPost

Pengawasan Pantai Kuta dalam penerapan new normal harus benar-benar ketat. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan saat pantai berpasir putih ini dibuka, 9 Juli 2020.

Bahkan desa adat selaku pengelola disarankan untuk membuat perarem untuk menetapkan sanksi bagi pelanggar protokol yang diterapkan di lapangan. Usulan tersebut, dilontarkan salah seorang Anggota DPRD Badung Dapil Kuta, Nyoman Graha Wicaksana, Selasa (7/7/2020).

Baca juga :  Diduga Pendarahan Otak, Pencuri Tas Kritis di RSUP Sanglah

Sebelum pantai dibuka, kata Graha, desa adat selaku pengelola tentu sudah merancang atau mempersiapkan SOP protokol kesehatan yang diperlukan. Hal ini sesuai dengan arahan dari Tim Verifikasi yang dibentuk Pemkab Badung. Namun demikian, Graha menilai yang juga tak kalah penting diperhatikan adalah pengawasan di lapangan. Termasuk sanksi kepada pengunjung yang melanggar.

“Pertama, tentu pengunjung wajib memakai masker, kedua adalah menjaga jarak agar tidak berkerumun. Nah yang mengawasi ini harus betul-betul disiapkan,” sarannya.

Baca juga :  Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19, Banjar Pemamoran Lakukan Ini

Selain itu, mengingat Pantai Kuta biasanya menjadi idola dan ramai dikunjungi perlu ada skema khusus mencegah terjadinya kerumunan. Termasuk juga sanksi agar pengunjung bisa patuh. Dia juga sepakat dengan apa yang disampaikan Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, yakni tidak semua pintu masuk ke pantai dibuka. Hal ini untuk mengefektifkan pengawasan dan pengecekan. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini