Target Belum Terpenuhi, Sekolah Swasta Berharap Kuota Negeri Tak Bertambah

0
6
Target Belum Terpenuhi, Sekolah Swasta Berharap Kuota Negeri Tak Bertambah
Kepala SMK TI Global Denpasar, I Gusti Made Murjana

Renon, DenPost

Sekolah swasta mulai memvalidasi jumlah siswa yang diterima pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. SMK TI Global Denpasar misalnya, yang telah memasuki tahapan registrasi ulang siswa. Melalui tahapan ini, siswa telah resmi menjadi peserta didik dan kemudian mengikuti tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dari pendaftar sementara yang jumlahnya hampir 600, calon siswa yang telah melakukan registrasi ulang mencapai 435.

Jumlah tersebut belum memenuhi kuota ideal yakni 504. “Itu kuota ideal sesuai aturan Kemendikbud. Jumlahnya 14 rombel, perombel 36 kelas,” ujar pengamat pendidikan sekaligus Kepala SMK TI Global Denpasar, I Gusti Made Murjana, Rabu (8/7/2020).

Baca juga :  Atasi Masalah Ini, Pemkot Diminta Realisasikan Pembangunan SMPN 15

Dari data itu, masih ada siswa yang tercecer sebanyak 69. Sebab, kata dia, pengumuman PPDB di sekolah negeri telah diumumkan. Itu artinya penerimaan siswa di sekolah telah ditutup. Atas kondisi tersebut, pria asal Tabanan ini menaruh harapan kepada sejumlah siswa lainnya yang belum melakukan registrasi ulang.

Dia juga berharap agar sekolah negeri tidak melanggar ketentuan PPDB, salah satunya dengan menambah rombel. Apabila itu terjadi, maka kuota sekolah swasta yang belum terpenuhi justru terancam gembos lantaran siswa akan beralih memilih sekolah negeri.

Baca juga :  Tim Monitoring Temukan Ormas Gunakan Alamat Palsu

Itu juga menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius dalam memajukan pendidikan dengan melibatkan sekolah swasta. “Sekolah swasta kan juga aset pemerintah, yang turut berkontribusi memajukan mutu pendidikan. Maka kami berharap pemerintah komit terhadap aturan,”  ujarnya.

Selain ingin ikut meningkatkan mutu pendidikan, kata dia, keterpenuhan kuota sekolah swasta ini juga dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan pendidik, lantaran sekolah swasta dapat beroperasi dari sumbangan orang tua.

Baca juga :  Kapolda Jamin Tak Ada Teror Saat Malam Tahun Baru

Untuk itu dia berharap, sekolah swasta dan sekolah negeri dapat menjunjung tinggi regulasi Kemendikbud yang mengatur PPDB. Tanpa menafikan perhatian pemerintah, dia juga berterimakasih kepada Gubernur Bali atas Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada siswa sekolah swasta.

Bantuan berupa biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) itu diberikan selama tiga bulan, sejak Mei, Juni dan Juli. “Kami harapkan bantuan ini tetap ada selama pandemi Covid-19,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini