Percepat Penanganan Covid-19, IDI Denpasar Minta Lakukan Ini

0
4
Picsart 07 08 05.20.24
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Denpasar, dr. IGA Ngurah Anom, MARS

Denpasar, DenPost

Peningkatan angka kasus di Kota Denpasar memang memberikan rasa khawatir di masyarakat. Namun demikian, masyarakat diminta tidak langsung menyimpukan penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar tidak terkendali. Hal ini dikarenakan wilayah yang terdapat pasien positif Covid-19 sudah langsung diisolasi Satgas Desa/Kelurahan.

Kendati wilayah desa berwarna merah, bukan berarti seluruh wilayahnya terjangkit, melainkan hanya titik tertentu dan sudah langsung di tracking, serta diisolasi. Demikian diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Denpasar, dr. IGA Ngurah Anom, MARS., di Denpasar, Rabu (8/7/2020).

Baca juga :  Terduga Corona Meningkat 50 Persen

Lebih lanjut dijelaskan dr. Anom, kondisi ini wajar bila hanya melihat angka dan membandingkan angka tersebut dengan wilayah sekitar. Meningkatnya kasus positif secara signifikan, akibat terdeteksinya kasus positif berkat kebijakan swab test yang dilakukan secara masif. Di mana, tes secara masif ini berkaitan dengan upaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Denpasar. “Dengan diketahui siapa yang positif Covid-19, maka akan diketahui juga siapa )-siapa yang (dicurigai) berpotensi akan terkena ataupun menularkan Covid-19 (OTG, ODP, dan PDP) melalui tracking kontak. Jadi, langkah yang diambil Pemkot Denpasar dalam menangani Covid-19 sudah benar, yaitu melakukan tes secara masif dan tracking secara agresif, namun hal ini harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat di masyarakat,” jelasnya.

Baca juga :  Soal Rencana Sipeng Desa, Begini Penjelasan Ketua MDA

Pihaknya menjelaskan keberhasilan tracking dan kejujuran orang yang positif akan menentukan terkendali atau tidaknya penyebaran Covid-19 di Denpasar. Kasus positif yang diketahui rekam jejaknya akan mempermudah penanganan, sehingga penyebarannya dapat dikendalikan demikian pula sebaliknya. “Terjadinya kasus positif yang tidak diketahui sumbernya, besar kemungkinan dapat terjadi akibat kurang maksimalnya kinerja dalam mentracking yang juga dipengaruhi oleh ketidakjujuran orang yang positif dalam memberikan keterangan. Jadi, kejujuran masyarakat sangatlah penting,” ujarnya.

Baca juga :  Cok Ace Lepas dan Sambut Dandim 1611/ Badung

Terhadap kasus positif yang tidak diketahui sumbernya, dr. Anom menegaskan hal ini perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki potensi penyebaran Covid-19 yang tidak dapat dikendalikan. “Kami sarankan jika masih ada kasus positif yang belum ditemukan sumber penyebarannya agar melaksanakan karantina wilayah, karena sejauh ini karantina wilayah menjadi alternatif terbaik untuk memutuskan kasus dengan kondisi pasien positif yang tidak diketahui sumbernya,” pungkasnya. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini