GTPP Covid-19 Buleleng Ubah Jam Buka Kegiatan Perdagangan

0
2
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa

Singaraja, DenPost

Sehubungan diberlakukannya tatanan kehidupan era baru di seluruh kabupaten/kota se- Bali pada Kamis (9/7/2020) jam buka-tutup kegiatan perdagangan di kabupaten Buleleng akan diubah. Hal itu dikatakan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Rabu (8/7/2020). Dikatakan Suyasa, kegiatan perdagangan di toko-toko modern dan toko konvensional, pasar, pedagang klontong, warung dan pedagang kaki lima yang semula buka dan tutup pada pukul 06.00 wita sampai pukul 18.00 wita, mulai hari ini diubah menjadi buka dan tutup dari pukul 05.00 wita sampai pukul  21.00 wita.

Suyasa menjelaskan, sesuai dengan SE Gubernur apabila pasar menunjukkan gejala sebagai klaster penularan covid-19, maka dilakukan penutupan sementara serta seluruh pedagang harus dilakukan rapid test.  Tetapi Kabupaten Buleleng untuk saat ini selain Pasar Bondalem belum ada pasar yang menunjukkan fenomena baru penularan covid-19. ” Karena tidak ada fenomena ini kita meyakinkan diri serta mendeklarasikan bahwa pasar itu tidak ada gejala penularan, maka kita melakukan rapid test sampling,”  terangnya.

Baca juga :  Atlet Panjat Tebing Buleleng Terpilih ke Pelatnas

Sebelumnya, hasil sampling yang dilakukan pada beberapa pasar di Buleleng sudah dilaporkan ke GTPP Provinsi Bali. Dalam SE Gubernur tertuang hanya  pasar yang telah menjadi klaster penularan Covid-19 yang harus dilakukan rapid test. Tetapi di Buleleng pasar yang tidak menjadi klaster penularan covid-19 tetap dilakukan rapid test sampling guna meyakinkan bahwa pasar tidak menjadi pusat penularan covid-19. ” Tentu caranya adalah dengan sample, tidak dengan malakukan rapid test populasi atau massal keseluruhan pedagang” ungkap Suyasa.

Baca juga :  Sembilan Pasien Sembuh, Tambahan Enam Kasus Baru

Selain bidang perdagangan, Suyasa menyebutkan pada bidang pariwisata juga akan dibuka untuk umum khususnya lokal Bali, dalam artian yang akan berkunjung ke daerah tujuan wisata (DTW) merupakan orang lokal Bali termasuk WNA yang sudah menetap di Bali. Pemberlakuan ini nantinya akan terus di evaluasi sampai tanggal 31 Juli dan apabila kondisi terus membaik serta tidak terjadi penularan secara masif akibat pembukaan yang bersifat lokal maka akan dibuka secara lebih luas bersifat domestik. “Dari sisi data yang dipaparkan oleh Gubernur Bali, bahwa Buleleng dan Jembrana masuk dalam zona hijau” jelasnya. (118)

Baca juga :  Menjambret di Singaraja, Dibekuk di Banyuwangi

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini