Temuan Kasus Negatif Jadi Indikator Kesuksesan Tatanan Kehidupan Era Baru

0
4
dr. Ketut Suarjaya

Sumerta Klod, DenPost

Tahapan pertama tatanan kehidupan era baru telah berlaku 9 Juli 2020. Bersama itu, Pemerintah Provinsi Bali juga akan lebih fokus dalam percepatan penanganan Covid-19, salah satunya meningkatkan intensitas rapid test dan tes swab.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan, salah satu indikator suksesnya tahapan tatanan kehidupan era baru ditandai dengan meningkatnya temuan kasus negatif Covid-19.

Baca juga :  Seorang Warga Peguyangan Kangin Diduga Covid-19, Begini Faktanya

“Pertama, kita bisa melakukan lebih banyak tes. Tapi tes yang lebih banyak ini jangan diikuti dengan hasil positif yang banyak. Jadi walaupun tesnya banyak, hasil negatifnya turun, itulah yang penting,” ungkap Suarjaya.

Dengan begitu, lanjutnya, Bali tidak akan kewalahan dalam merawat pasien positif Covid-19. Apabila kondisi ini dapat diwujudkan, kata dia, maka pemerintah dan masyarakat Bali berhasil menjaga produktivitas dan aman dari Covid-19.

Baca juga :  Bali Tuan Rumah Global Economical Summit

“Memang idealnya, satu orang kasus positif harus minimal ditresing menimal 20 orang. Dari jumlah yang ditresing, jumlahnya tidak boleh lebih dari 10 persen,” ungkapnya. Bali, kata dia, saat ini belum mampu memenuhi persentase itu lantaran dalam satu kasus ditemukan hingga 18 persen kasus positif.

Seberapa besar potensi penularan Covid-19 dari penerapan tatanan kehidupan era baru ini? Ditanya begitu, Suarjaya tidak menjawab langsung. Dia hanya mengatakan, apabila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, maka dia yakin tidak akan terjadi klaster penularan baru. (106)

Baca juga :  Ranperda Kesehatan Provinsi Bali Rampung, Ini Poinnya

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini