Cegah Covid-19, Gubernur Serahkan ‘’Pararem’’ ke 1.493 Desa Adat

0
8
Cegah Covid-19, Gubernur Serahkan ‘’Pararem’’ ke 1.493 Desa Adat
SERAHKAN PARAREM - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali dan Sekda Bali usai menyerahkan Pararem Desa Adat tentang pengaturan pencegahan dan pengendalian covid-19 ke 1.493 desa adat, Kamis (9/7) kemarin.

Denpasar, DenPost
Sejalan dengan tahapan penerapan tatanan hidup era baru, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali dan Sekda Bali, menyerahkan Pararem Desa Adat tentang pengaturan pencegahan dan pengendalian gering agung Covid-19 ke 1.493 desa adat di Pulau Dewata. Pararem diserahkan secara simbolis kepada Bendesa Madya Kabupaten/Kota se-Bali di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/7/2020).

Gubernur Koster mengatakan salah satu lembaga yang paling penting dalam menentukan keberhasilan tahapan pertama penerapan tatanan hidup era baru adalah desa adat. Hal itu karena perannya yang membentuk Satgas Gotong Royong Pencegahan dan Penanganan Covid-19 berbasis desa adat mampu mencegah penyebaran covid-19 di masing-masing desa adat dengan baik. Bahkan mendapat pengakuan dari berbagai pihak.

Karenanya, tahapan pertama penerapan tatanan hidup era baru ini, desa adat didorong membuat pararem tentang pengaturan pencegahan dan pengendalian gering agung (wabah), Covid-19. Hal ini dilakukan karena desa adat dengan pararemnya diyakini akan punya kekuatan dan ikatan secara sekala dan niskala yang kuat dengan krama (warga) desa adat. Dengan pararem ini pula, kedisiplinan krama desa adat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19 dapat dilaksanakan.

Baca juga :  PHR Tak Dipungut, Pendistribusian Hibah Wajib Dikomunikasikan

Gubernur Koster berharap selama tahapan pertama penerapan tatanan hidup era baru tidak ada penambahan kasus covid-19 di wewidangan (wilayah) desa adat di Bali. Bagi desa adat yang krama-nya tidak ada yang terjangkit covid-19 diimbau jangan sampai ada yang terinfeksi. Bagi desa adat yang krama-nya ada terjangkit, diminta terus bekerja keras untuk bisa manstabilkan dan mengendalikan penuh. Dengan demikian tidak ada lagi penambahan kasus covid-19 di wilayah itu. Bahkan yang terpapar covid-19 bisa disembuhkan dengan dibantu pengobatan tradisional Bali. “Kalau semua desa adat di Bali bisa melakukan upaya seperti itu berarti masyarakatnya sebagian besar secara disiplin melaksanakan pro kes covid-19 dengan baik. Dengan demikian covid-19 bisa kita tangani dengan baik dan aktivitas masyarakat bisa kita jalankan dengan normal kembali,” tegas Koster.

Baca juga :  Sinergi Bersama Kodam IX/Udayana, Pegadaian Komit Dukung Ini

Untuk mengefektifkan pelaksanaan pararem ini, seluruh desa adat di Bali akan diberikan tambahan dana Rp50 juta khusus untuk biaya operasional penanganan covid-19. Dana ini diberikan untuk memotivasi, mendorong dan meningkatkan semangat Satgas Gotong Royong Desa Adat. “Saya kira ini akan menjadi langkah penting dan percontohan yang baik bagi kita semua bahwa desa adat betul-betul memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas-tugas yang dihadapi pemerintah kita di Indonesia,” pungkas Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini. (wira)

Baca juga :  Terminal Mengwi Tak Beroperasi, Perekonomian Warga Lumpuh

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini