Korban Mafia Tanah Mengadu ke BPN Denpasar

0
18
Korban Mafia Tanah Mengadu ke BPN Denpasar
DATANGI BPN DENPASAR - Tim kuasa hukum Joko Sugianto dari LBH KAI Bali yang dikoordinatori Agus Samijaya mendatangi Kantor Badan Pertanahan (BPN) Denpasar, Kamis (9/7/2020).

Kereneng, DenPost
Tidak kunjung mendapat kejelasan dari aparat berwenang, korban mafia tanah, Joko Sugianto, mendatangi Kantor Badan Pertanahan (BPN) Denpasar, Kamis (9/7/2020). Didampingi tim kuasa hukumnya dari LBH KAI Bali dan dikoordinatori Agus Samijaya, Joko Sugianto yang dikenal sebagai jurnalis senior itu mengadukan kasus pensertifikatan tanah miliknya di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Denpasar Selatan, oleh I Wayan Padma.

Saat melakukan pengaduan, Joko Sugianto menyertakan permohonan blokir dua sertifikat atas nama Wayan Padma Nomor 11781 seluas 150 m2 dan nomor 11782 atas nama Dedik Sunardi seluas 100 m2. Kedua Sertifikat Hak Milik tersebut merupakan pemecahan dari Sertifikat Hak Milik Nomor 11389 seluas 250 m2 atas nama Wayan Padma. Tanah itu merupakan milik Joko Sugianto yang dibeli dari Ketut Gede Pujiama secara sah tahun 2010. “Kedua sertifikat itulah yang kami mohonkan diblokir agar tidak dialihkan atau dijual ke pihak lain guna menghindari bertambahnya korban,” tegas Agus Samijaya.

Indikasi objek tanah tersebut akan dialihkan, menurut dia, sudah jelas. Tanah Joko Sugianto seluas 1 are yang dialihkan Padma ke Dedi Sunardi kini dipasangi tulisan ‘’Dijual Cepat’’. Malah informasi warga sekitarnya, tanah itu sudah terjual, namun dibatalkan setelah pembeli tahu ada sengketa. Sedangkan bangunan dua lantai dengan luas 150 m2 sudah beberapa kali ditawarkan kepada pembeli. Beredar kabar lain, calon pembeli sudah diajak Padma melihat-lihat kondisi bangunan. Padma bebas keluar-masuk rumah Joko Sugianto pascaperusakan kunci pintu tiga bulan lalu. Kondisi inilah yang turut disesalkan tim kuasa hukum Sugianto.

Baca juga :  Penjagaan di Tanjung Benoa Diperketat, ABK Dilarang Turun dari Kapal

“Kalau laporan perusakan di polresta diproses cepat, TKP di policeline, Padma, dkk,. Pasti tidak bisa bebas keluar-masuk. Lagian di dalam rumah itu masih banyak barang berharga, termasuk benda-benda sakral yang tidak ternilai harganya. Nah kalau barang barang itu hilang bagaimana?” tuding Samijaya.

Indikasi lain rumah itu segera dialihkan adanya permohonan Padma mengurus IMB lewat biro jasa sesuai permintaan calon pembeli. Ada lagi dugaan keterlibatan oknum notaris di Denpasar yang mengecek status tanah itu di BPN Denpasar baru baru ini. Disinyalir permintaan data status tanah itu sebagai upaya menghilangkan atau memutus jejak jaringan mafia tanah. “Kami minta sekaligus mengingatkan para pihak jangan coba-coba mengalihkan atau menjual tanah tersebut. Kita hormati proses hukum sampai ada putusan hakim berkekuatan hukum tetap atau inkracht,” pinta Samijaya.

Baca juga :  Warga Terdampak Corona, LPD Panjer Lakukan Ini

Permintaan ini selain ditujukan pada pihak Padma, sambung Samijaya, kepada notaris wilayah kerja Denpasar. Dari data transaksi sebelumnya, tanah warisan Pujiama itu ditransaksikan Padma lewat notaris AA Gede Widarma di Denpasar. “Makanya pengaduan ini kami tembuskan ke Kanwil BPN Bali, notaris serta ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Daerah Bali agar tidak mentrasaksikan tanah tersebut,” pungkas pengacara yang dikenal vokal ini. (yan)

Baca juga :  Bidan ‘’Suspect’’ Covid-19 Dirawat di Buleleng,  Punya 80 Kontak

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini