Terapkan Standardisasi Harga Rapid Test, Kadiskes Juga Siapkan Sanksi

0
16
Terapkan Standardisasi Harga Rapid Test, Kadiskes Juga Siapkan Sanksi
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya

Sumerta Klod, DenPost

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerbitkan aturan berkaitan standardisasi harga rapid test. Klausul itu terangkum dalam Surat Edaran No. HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi.

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan, Bali segera menyesuaikan diri dengan aturan itu. Dia menyebutkan, dalam sepekan ke depan arahan itu akan diterapkan seluruh fasilitas kesehatan di Bali.

Baca juga :  25 Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Sembuh

“Kita harus menerapkan, karena itu sudah edaran pusat, dan kita wajib menaati. Saya juga setuju bahwa rapid tes itu harus murah, arahan pusat mesti Rp 150 ribu,” terangnya, Kamis (9/7/2020) di Kantor Gubernur Bali.

Dalam penerapannya, pihaknya juga telah menyiapkan sanksi bagi faskes yang melanggar, berupa pencabutan izin untuk melayani rapid test. Kendati sanksinya terbilang ringan, ia menyebutkan bahwa seluruh faskes harus ikut aturan tersebut.

Baca juga :  Berjualan Sembarangan, Dua PKL Didenda Rp100 Ribu

Soal standar alat rapid test, Suarjaya tegas mengatakan bahwa faskes akan menggunakan alat yang direkomendasi oleh pemerintah pusat. Hal ini penting, mengingat penerapan tes cepat ini masih menemui pro dan kontra karena kurang akurat.

Dia menekankan, alat rapid test itu harus telah lolos uji kelayakan oleh Kemenkes, sehingga telah dilengkapi dengan izin edar. “Kami sudah koordinasi dengan pemerintah pusat, ini (standardisasi) harus diterapkan segera,” tegasnya.  (106)

Baca juga :  Golkar Target Kemenangan 60 Persen

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini