SMK TI Bali Global Denpasar Siap Terapkan MPLS Daring

0
19
SMK TI Bali Global Denpasar Siap Terapkan MPLS Daring
I Gusti Made Murjana (DenPost/wiradana)

Renon, DenPost
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2021 di tingkat SMA/SMK berakhir Sabtu (11/7/2020). Sekolah swasta mulai memvalidasi jumlah siswa yang diterima. SMK TI Bali Global Denpasar, misalnya, telah memasuki tahapan registrasi ulang siswa.

Melalui tahapan ini, siswa resmi menjadi peserta didik dan kemudian mengikuti tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7/2020). Dari pendaftar sementara yang berjumlah hampir 600, calon siswa yang telah melakukan registrasi ulang sebanyak 440 siswa. Jumlah tersebut belum memenuhi kuota ideal yakni 500 siswa. “Itu kuota ideal sesuai aturan Kemendikbud. Jumlahnya 14 rombongan belajar (rombel), dan per rombel 36 siswa,” ujar Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, I Gusti Made Murjana.

Dari data itu, masih ada siswa yang tercecer kurang lebih 65, mengingat pengumuman PPDB sekolah negeri telah dilakukan. Hal itu artinya penerimaan siswa di sekolah negeri telah ditutup. Atas kondisi tersebut, pria asal Tabanan ini mengimbau kepada sejumlah siswa lain yang belum melakukan registrasi ulang agar segera registrasi. Apalagi SMK TI Bali Global Denpasar memiliki keunggulan di bidang IT. Bahkan sebagai satu-satunya SMK yang memiliki jurusan bidang IT terlengkap di Pulau Dewata.

Baca juga :  Lima Warga Klungkung Dinyatakan Positif Covid-19

Selain itu, pengamat pendidikan ini berharap agar sekolah negeri tak melanggar ketentuan PPDB, salah satunya menambah rombel. Bila itu terjadi maka kuota sekolah swasta yang belum terpenuhi justru terancam gembos lantaran siswa akan beralih memilih sekolah negeri. “Sekolah swasta kan juga aset pemerintah yang turut berkontribusi memajukan mutu pendidikan. Maka dari itu kami berharap pemerintah komit terhadap aturan,”tandasnya.

Selain ingin ikut meningkatkan mutu pendidikan, keterpenuhan kuota sekolah swasta ini juga dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan pendidik, lantaran sekolah swasta dapat beroperasi dari sumbangan orangtua. Untuk itu, sekolah swasta dan sekolah negeri dapat menjunjung tinggi regulasi Kemendikbud yang mengatur PPDB. Tanpa menafikan perhatian pemerintah, pihaknya juga berterima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster atas Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada siswa sekolah swasta. Bantuan berupa biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang diberikan selama tiga bulan sejak Mei, Juni hingga Juli. “Kami harapkan bantuan ini tetap ada selama pandemi covid-19,”pungkas I Gusti Made Murjana. (wir)

Baca juga :  Pekerja Pariwisata Beralih ke Sektor Pertanian, Rektor Dwijendra: Ini Gejala Sementara

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini