Kunjungi Pasar Desa Keramas, Disperindag Bali Tekankan Ini

0
12
Picsart 07 10 08.23.40
SIDAK PASAR - Dinas Perdagangan Propinsi Bali didampingi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gianyar, saat sidak sejumlah pasar tradisional Gianyar, Jumat (10/7/2020)

Gianyar, DenPost

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, melakukan peninjauan ke relokasi Pasar Umum Gianyar yang ada di Desa Samplangan, Gianyar. Selain meninjau Pasar Umum Gianyar, rombongan Provinsi Bali juga mengunjungi Pasar Desa Keramas, Blahbatuh Gianyar, Jumat (10/2/2020).

Kedatangan tim dari Disperindag Bali, untuk melihat kesiapan Kabupaten Gianyar dalam menerapkan SE Gubernur Bali Nomor 3355 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru, khususnya di pasar tradisional.

Kadis Perindag Provinsi Bali, yang diwakili Sekdis Perindag, Nyoman Putra Astawa, mengatakan ada beberapa yang perlu diperhatikan supaya tidak merebak kasus atau klaster di pasar. Selain penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti pemakaian masker, tempat cuci tangan dan jaga jarak yang tidak kalah pentingnya, yakni harus diberlakukan strategi jam buka dan jam tutup pasar, sehingga masyarakat tidak menumpuk di pasar. ”Dengan berlakunya jam buka atau tutup pasar dapat mengurangi kerumunan di pasar yang biasanya terjadi pada pagi hari,” kata Putra Astawa.

Baca juga :  Pelukis Kontemporer Batuan, Wayan Bendi Berpulang

Ditambahkan Putra Astawa, dengan berlakunya SE, semua protokol kesehatan akan menjadi role model kehidupan di era baru. Khusus untuk di pasar, harus ada posko terpadu atau satgas penanganan Covid-19 yang dikepalai kepala pasar. Ini sebagai bentuk sinergi dalam menerapkan protokol kesehatan di pasar.

Sementara Kadis Perindag Kabupaten Gianyar, Luh Gde Eka Suary, menyatakan penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar umum di Kabupaten Gianyar sudah cukup maksimal. Masing-masing pasar sudah memiliki gugus tugas intern penanganan Covid-19, dengan kepala pasar sebagai ketuanya. Khusus untuk Pasar Gianyar, dengan jumlah pedagang sekitar 1.885 pedagang, saat ini mulai beroperasi sekitar pukul 07.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita. Saat ini, terdapat 9 wastafel atau tempat cuci tangan yang diletakkan di tempat-tempat strategis, pedagang diatur jaraknya dan di masing-masing pintu masuk (4 pintu masuk) terdapat petugas dengan membawa alat pemgukur suhu untuk mengecek suhu tubuh masyarakat yang keluar masuk pasar.

Baca juga :  Terkait Penanggulangan Covid-19, Bupati Mahayastra Bahas Ini

”Kami sudah memiliki posko di masing-masing pasar dengan kepala pasar sebagai ketuanya, selain sarana prasarana protokol kesehatan yang cukup lengkap. Setiap pagi kami menginstruksikan kepala pasar untuk tetap mengedukasi warga di pasar tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan,” jelas Eka Suary. (116)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini