Awasi Siswa Berkeliaran, Disdikpora Bangli Kerahkan Satpol PP

0
3
Awasi Siswa Berkeliaran, Disdikpora Bangli Kerahkan Satpol PP
Kepala Disdikpora Bangli, I Nengah Sukarta

Bangli, DenPost
Memasuki tatanan hidup era baru, secara perlahan kegiatan dan aktivitas di setiap bidang diberlakukan. Tak terkecuali di dunia pendidikan. Seperti m asa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang dimulai Senin (13/7/2020) hingga Rabu (15/7/2020).

Mengingat segala kegiatan tatap berpatokan ada protokol kesehatan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli menggandeng Satpol PP Bangli guna membantu para siswa agar tak berkeliaran sembarangan. Berbeda dengan tahun lalu, MPLS kali ini lebih banyak melalui pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online lantaran masih dihantui dengan covid-19.

Menurut Kepala Disdikpora Bangli, I Nengah Sukarta, musim layangan menjadi atensi pula bagi Disdikpora Bangli untuk melakukan pengawasan anak-anak mengawali tahun pelajaran baru 2020/2021 di tengah p1andemi covid-19. “Setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB) berakhir, mulai Senin selama tiga hari akan dimulai dengan MPLS,” ungkapnya.
Pelaksanaannya masih menggunakan sistem daring. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP untuk bersama-sama mengawasi para siswa. “Pukul 07.30 sampai pukul 13.00, kalau ada anak-anak di jalan, maka kami panggil dan tanyai. Seperti pengalaman sebelumnya, ada beberapa anak yang dijaring. Untuk pengawasan, kami minta bantuan Satpol PP,” bebernya.

Baca juga :  Begini Perayaan HUT Satpam di Polres Bangli

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi para siswa berkeliaran di jam-jam pelajaran, mengingat saat ini musim layangan. ‘’Kalau Satpol PP melihat anak-anak berkeliaran pada jam pelajaran, tentunya akan kami ambil,” jelas Sukarta.

Untuk pengawasan, peran orangtua masing-masing juga sangat diharapkan. “Untuk kegiatan proses MPLS, dari TK sampai SMP, tetap dilakukan secara daring. Kami hanya mengirim video-video pengenalan lingkungan sekolah dan daring untuk penyampaian tata tertib sekolah dan lainnya. Semua bentuk inovasi dan kreasi, kami serahkan kepada sekolah masing-masing,” urai mantan Kadis Sosial Bangli ini.

Baca juga :  Beringin Lapuk Tumbang, Robohkan Palinggih di Buahan

Sementara yang off line, diizinkan datang ke sekolah untuk melengkapi berkas, termasuk mengambil buku panduan yang akan diberikan. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Yang datang ke sekolah hanya menyetor data dan melakukan perbaikan-perbaikan berkas kelengkapan. Kami tetap lakukan pengawasan secara penuh dan menerapkan sistem shift, maskimal 20 orang untuk pagi dan sore untuk satu sekolah,’ tegasnya.

Dalam PPDB tahun ini semua lulusan SD sudah tertampung. Hanya ada tiga siswa yang keluar daerah karena alasan ikut orangtua, sehingga terdata 3.684 siswa yang ditampung di 28 SMP di Bangli. Terkait dengan persoalan zonasi dan kouta yang biasanya kerap jadi persoalan, kata Sukarta, di Bangli sudah tidak ada persoalan berarti. Rata-rata semua sekolah mengikuti kouta dan sudah terjadi peningkatan pemerataan. Sedangkan untuk pelanggaran zona, memang masih ada, tapi relatif kecil. Pihaknya menggunakan aplikasi google form. Jadi masing-masing sekolah punya wilayah masing-masing sudah diketahui. “Kalau ada dari wilayahnya masuk sudah ketahuan dia. Saya sarankan mereka untuk kompromi antarzona,” tandasnya. (anta)

Baca juga :  Pasien Meninggal di RSU Bangli Ditangani SOP Virus Corona

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini