Sosialisasi BBL, Pemkab Badung Siap Jadi Fasilitator Nelayan

0
7
Sosialisasi BBL, Pemkab Badung Siap Jadi Fasilitator Nelayan
SOSIALISASI - Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat rembug sosialisasi BBL di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Wakil Bupati, Sabtu (11/7/2020).

Mangupura, DenPost

Pemerintah Kabupaten Badung siap menjadi fasilitator dan mediator bagi para nelayan di Badung terkait dengan penangkapan dan pembudidayaan benih bening lobster ( BBL). Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat rembug sosialisasi BBL di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Wakil Bupati, Sabtu (11/7/2020). Acara yang diprakarsai Kepala Dinas Perikanan, I Nyoman Suardana, ini menghadirkan Dino Dinata seorang pakar penangkaran dan pemeliharaan BBL dari PT. Alam Laut Agung. Kegiatan ini juga diikuti para kelompok nelayan se-Badung.

Suiasa mengatakan, Pemkab Badung sangat mengapresiasi dan mendukung langkah- langkah positif Dinas Perikanan yang memprakarsai pertemuan seperti ini, apalagi bisa menghadirkan pakar pembudidayaan, penangkaran dan ahlinya penangkapan lobster. “Dalam hal ini tentu Pemkab Badung nantinya dapat memfasilitasi dan memediasi kepentingan-kepentingan masyarakat nelayan terkait apa yang bisa kami lakukan dengan kebijakan-kebijakan untuk para nelayan di Kabupaten Badung. Sebagai mediator, bagaimana kami di pemerintahan bisa memediasi pihak-pihak yang paham untuk itu. Karena ini risiko hukumnya sangat tinggi dan harus disahkan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan. Kami tidak ingin para nelayan Badung terjebak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, ini semua harus legal,” tegasnya.

Baca juga :  Warga Afrika yang Terseret Arus Ditemukan Meninggal Dunia

Suiasa berharap Dino Dinata dapat berbagi dan menggugah minat para nelayan Kabupaten Badung untuk mengembangkan penangkapan hasil laut khususnya lobster. “Tentu dengan penanganan yang baik ini bisa memberikan rezeki lebih di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini. Benih bening lobster berkembang sangat baik di wilayah perairan dari Mengwi sampai Kuta Selatan,” jelasnya.

Sementara itu Kadis Nyoman Suardana mengatakan, pekerjaan menjadi nelayan kalau dilakukan dengan bijak dan bersunguh-sungguh hasilnya sangat menjanjikan. “Dengan jumlah nelayan kita sebanyak 1.702 orang dari 51 kelompok, ke depannya kami akan memberlakukan sesuai perkembangam zaman di mana nelayan sesuai NIK. Jadi kami tahu mana yang nelayan mana yang keluarga nelayan, sehingga terdaftar dan jelas,” katanya.

Baca juga :  Mengeluh Sesak dan Demam, Seorang Pria Tewas di Kamar

Untuk teknisnya, lanjut Suardana,  seluruh kelompok nelayan dibagi menjadi 5 tim. Masing-masing tim akan turun melaut di wilayah laut Kuta Selatan, Kuta, dan Kuta Utara.  “Tentu peran pemerintah Kabupaten Badung sangat dibutuhkan untuk mendampingi mengingat lokasi penangkapan BBL akan dilakukan di wilayah Kabupaten Badung oleh nelayan Badung,” katanya. (a/115)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini