Proyek Air Bersih Telaga Waja Dikritisi Dewan

0
7
Proyek Air Bersih Telaga Waja Dikritisi Dewan
TELAGA WAJA - Gede Dana bersama Adi Wiryatama sat meninjau proyek air Telaga Waja, Jumat (10/7/2020) lalu.

Amlapura, DenPost

Pascaperesmian proyek distribusi air Telaga Waja ke Desa Tianyar Barat oleh Pemkab Karangasem, Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana bersama Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, meninjau ke wilayah Kubu, Jumat (10/7/2020) lalu. Para legislator tersebut memberi beberapa catatan mengenai proyek  itu. Salah satunya mengenai temuan Komisi III DPRD Provinsi Bali perihal biaya ganti rugi pembebasan lahan untuk resevoar yang belum dibayarkan Pemkab Badung.

Selain itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Adi Wiryatama, mengaku ingin melihat langsung dan meninjau kondisi proyek yang ramai diberitakan di media sosial. “Saya ingin melihat langsung perkembangan proyek air bersih Telaga Waja yang merupakan salah satu proyek air bersih di Bali yang mendapatkan anggaran cukup besar dari pusat,” tuturnya. Apalagi, lanjutnya, menurut pejabat dari Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, I Wayan Riasa, air yang mengalir di Kecamatan Kubu saat ini baru semacam uji coba. Sebab masih banyak proyek-proyek pendukung yang belum dikerjakan untuk menyempurnakannya.

Baca juga :  Empat PDP di Karangasem Negatif Covid-19

Sementara itu di tempat terpisah, mantan Bupati Karangasem, Wayan Geredeg menuturkan, proyek air bersih Telaga Waja sepanjang 87 kilometer telah dikerjakan sejak tahun 2006. Saat itu adalah masa kepemimpina pada periode pertama dirinya bersama I Gusti Lanang Rai.

“Proyek air bersih Telaga Waja merupakan gagasan dan perjuangan saya pada saat menjabat sebagai Bupati Karangasem dan I Gede Dana yang saat ini sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karangasem merupakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karangasem yang membidangi Pembangunan dan Infrastruktur waktu itu,”  ungkapnya.

Baca juga :  Sekeluarga Tertimpa Pohon, Ayah Kritis, Anak Tewas

Lebih lanjut Geredeg menuturkan, proyek air bersih Telaga Waja sampai saat ini masih dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. “Pada Tahun 2014 sebelum mengakhiri masa jabatan periode kedua, saya pernah meminta kepada Menteri PUPR untuk  asetnya diserahkan ke Kabupaten Karangasem. Namun pada saat itu belum diberikan dikarenakan proyek air bersih Telaga Waja ini belum tuntas dan membutuhkan anggaran yang besar. Selain itu dalam pengerjaannya melihat lokasi proyek yang sangat berat akan dibentuk UPT di Provinsi Bali yang biaya operasionalnya dari pemerintah pusat,” jelas Geredeg.

Ia menambahkan, pengerjaan juga akan menganggarkan proyek-proyek pendukung atau lanjutannya seperti bak pelepas tekan yang harus dibangun di Kecamatan Bebandem dan Kecamatan Abang yang sampai saat ini belum terlaksana. “Saya merasa khawatir dengan berita-berita di media sosial yang menganggap proyek air bersih Telaga Waja sudah selesai dan sampai diresmikan. Jangan sampai ketika air tidak lagi mengalir menjadi permasalahan dan keributan di masyarakat khususnya di Kecamatan Kubu,” ujarnya.

Baca juga :  Ketua DPRD Klungkung Serap Aspirasi Pedagang di Pasar Semarapura

Di lain pihak, Gede Dana berharap air Telaga Waja segera bisa dinikmati oleh masyarakat secara menyeluruh khususnya di Kecamatan Kubu. “Untuk anggaran pengadaan lahan bak pelepas tekan saya akan memperjuangkan melalui Gubernur dan DPRD Provinsi Bali agar distribusi air Telaga Waja dapat berjalan dengan baik,” tuturnya. (c /yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini