Beromzet Ratusan Juta, Bandar Penyelundup Penyu Belum Tersentuh Polisi

0
8
Beromzet Ratusan Juta, Bandar Penyelundup Penyu Belum Tersentuh Polisi
SITA 36 PENYU – Sebanyak 36 penyu yang disita di tengah perairan Serangan, Densel, pada Sabtu (11/7) lalu, selanjutnya diserahkan ke BKSDA Bali. (DenPost/ist)

Kereneng, DenPost
Kendati telah mengantongi identitas Muhayat, bandar besar penyelundup 36 penyu yang tinggal di Serangan, Denpasar Selatan (Densel), ternyata hingga kini polisi belum juga berhasil menangkapnya. Bisnis gelap satwa yang nyaris punah itu disebut-sebut beromzet ratusan juta rupiah dalam sekali pengiriman dari Jawa Timur ke Bali.

“Penyelundupan penyu ini sejak lama terjadi. Namun bandarnya jarang disentuh polisi. Identitasnya telah dikantongi. Bahkan pemilik kapal beserta enam anak buahnya telah menyebut si pemesan penyu,” ujar seorang polisi yang tak mau disebutkan identitasnya pada Minggu (13/7/2020).

Dia menambahkan penyu-penyu tersebut dipesan Muhayat, warga yang tinggal di Serangan. Untuk satu penyu dihargai mulai dari Rp2 juta – Rp5 juta. Harganya memang ditentukan dari ukuran penyu. “Penyu itu akan dikonsumsi di Bali, dijadikan lawar, sate dan olahan lainnya,” beber sumber itu.

Baca juga :  Pasar Gotong Royong Krama Bali, Tak Sampai Rugikan Tradisional

Sekali pengiriman ke Bali, Muhalim membawa 30-60 penyu dengan nilai sekitar Rp150 juta. “Ini bisnis menggiurkan, karena masakan penyu sangat digemari meski hewan ini dilindungi. Anehnya, sang bandar selalu berhasil lolos,” tegasnya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi belum berhasil dimintai keterangan mengenai hasil penyelidikan terhadap bandar penyelundup penyu yang bernama Muhayat ini.

Kasus penyelundupan penyu ini diungkap Direktur Polairud Polda Bali Kombes Toni Ariadi Effendi. Menurutnya, para pelaku memang merupakan jaringan penyelundup penyu. Mereka menangkap satwa dilindungi itu untuk dikonsumsi. Pemesannya adalah seorang warga yang tinggal di daerah Serangan.
“Para penyelundup penyu hijau ini ditangkap di laut. Kami menggerebek satu kapal penangkap ikan yang dinakhodai Muhalim bersama enam awak kapal,” tegasnya.
Penyu-penyu langka ini ditangkap di perairan Kerajakan, Banyuwangi, Jatim. (yan)

Baca juga :  Tangani Kebakaran Bali Beach, BPBD Kerahkan Enam Armada

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini