Masuki Era Baru, Bus AKAP Mulai Terapkan Jarak Fisik Penumpang

0
13
Picsart 07 13 09.08.55
JARAK KURSI - Pengelola Multi Trans atau M Trans, yang mulai menambah dua armada dengan penataan kursi berjarak.

Sesetan, DenPost

Bagi para pengusaha transportasi, penerapan protokol kesehatan seperti jarak fisik membuat mereka berinvestasi lagi. Seperti dilakukan pengelola Multi Trans atau M Trans, yang mulai menambah dua armada dengan penataan kursi berjarak.

Direktur M Trans, Simon Purwa, mengatakan pada tahap awal pihaknya menghadirkan dua bus Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) baru yang dijuluki kelas Sultan. “Unit AKAP umumnya 30 shit (kursi). Sekarang hanya 23 shit, kapasitas berkurang sampai 30 persen,” ujarnya, Senin (13/7/2020), ditemui di kantornya, di Sesetan, Denpasar Selatan.

Baca juga :  Air Baku Keruh, Pelayanan Air Bersih di Denpasar Terganggu

Kendati menambah invetasi dengan dua armada dengan desain khusus, Simon mengatakan tarif masih sama dengan armada model lama. Jalur Denpasar – Jawa Timur dibandrol mulai dari Rp220 ribu, hingga Rp270 ribu per orang.

Sebagai penyedia jasa, kata dia, langkah ini dilakukan demi memenuhi aspek kenyamanan dan keamanan penumpang pada masa pandemi. Selain menerapkan jarak fisik, pihaknya juga melakukan penyemprotan terhadap armada, menyediakan tempat cuci tangan hingga mewajibkan penumpang melengkapi diri dengan hasil non reaktif test rapid.

Baca juga :  Polisi Ungkap Fakta Baru Terkait Pemuda Asal Tenganan yang Diduga Tewas Dibegal

“Rapid test wajib. Baik penumpang dari Bali tujuan luar Bali, ataupun dari luar yang akan masuk ke Bali. Kami juga minta surat keterangan tujuan kunjungan,” ujarnya. Dengan begitu, selain aman untuk penumpang, juga aman bagi kru yang bertugas.

Dia menyebutkan, belum bisa memastikan kapan tarif akan disesuaikan. Untuk disebut ideal, tarif lebih tinggi 20 persen hingga 30 persen dari harga saat ini. Selain menyediakan dengan situasi ekonomi masyarakat, penyesuaian akan dilihat dari permintaan terhadap bus dengan jarak fisik ini.

Baca juga :  SMAN 7 Denpasar terapkan Pembelajaran Efektif Saat Pandemi

“Kami melihat respon pasar dulu, apakah pandemi akan berkepanjangan. Kalau situasi lebih baik, perbedaan kelas akan kami adopsi,” jelasnya.

Sementara, pihaknya memiliki 13 armada. Namun, tidak semua akan diubah menjadi armada dengan jarak fisik. Sekitar 30 persen akan tetap diberdayakan, dengan mengatur jumlah penumpang. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini