Objek Wisata Ceking Dipasangi Cermin, Diduga Karena Ini

0
18
Objek Wisata Ceking Dipasangi Cermin, Diduga Karena Ini
CERMIN – Sejumlah cermin dipasang di objek wisata terasering Ceking, Tegallalang, Gianyar. Hal ini bisa membuat pengunjung yang menikmati pemandangan sawah silau ketika cahaya matahari dipantulkan cermin.

Gianyar, DenPost

Keindahan pemandangan objek wisata terasering Ceking Rice Terrace, Kecamatan Tegallalang,Gianyar belakangan terusik. Hal ini menyusul adanya cermin yang dipasang di sejumlah tempat. Keberadaan ini membuat pengunjung silau karena cermin memantulkan cahaya matahari. Belum diketahui siapa pemasang cermin terebut.

Diduga pemasangan cermin tersebut sebagai bentuk protes pemilik lahan yang tidak menerima bayaran selama pandemi covid-19. Sebab, sebelumnya kasus serupa pernah terjadi. Bedanya, dahulu pemilik lahan memasang seng yang juga membuat silau.

Baca juga :  PN Denpasar Lockdown, Jerinx Masih Ditahan di Rutan Polda Bali

Bendesa Adat Tegallalang,Made Jaya Kesuma mengakui memang menunda pembayaran kompensasi kerjasama tersebut. Penundaan tersebut karena selama pandemi covid-19, Objek wisata Ceking tutup dan tidak ada pengunjung, sehingga tidak ada penghasilan yang masuk. “Alasan menunda pembayaran mengingat pariwisata menurun tidak ada penghasilan. Maunya dibayar, tapi belum. Menunggu pariwisata buka kembali,” jelas Jaya Kesuma.

Menurut Jaya Kusuma, hubungan pengelola dengan pemilik sawah yang ada di sebelah timur sangat bagus. Pihaknya sudah memprogramkan pembayaran konpensasi tersebut. Ada 7 pemilik lahan sawah di sisi timur Ceking yang selama ini dinikmati wisatawan. Namun  jejeran kaca cermin hanya terpasang di salah satu petak sawah milik petani.

Baca juga :  Polda Hentikan Pengusutan Pengadaan Xpander

Wakil Ketua DPRD Bali, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati sempat melihat cermin tersebut. Senada dengan Bendesa, Tjok Asmara berharap pemilik lahan lebih sabar mengingat pandemi covid-19 telah berdampak ada segala lini kehidupan. “Semua bisa dibicarakan baik-baik. Terpenting adalah saling pengertian. Dalam pandemi covid-19 dan suasana ekonomi saat ini, semua terdampak. Kalau memang perlu kami mediasi, kami siap,” tegas pria asal Ubud tersebut. (116)

Baca juga :  Lakukan 3.000 Lebih Rapid Test di Gilimanuk, 11 Orang Terindikasi Positif

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini