Positif Covid-19, Satu Warga Songan Meninggal, Juga Satu di Badung dan Klungkung

0
34
Positif Covid-19, Satu Warga Songan Meninggal, Juga Satu di Badung dan Klungkung
PEMAKAMAN - Proses pemakaman pasien positif covid-19, Jro Luh Sami, di Setra Songan, Kintamani, Bangli, Rabu (15/7) kemarin. (DenPost/ist)

Bangli, DenPost
Seorang warga Banjar Ulundanu, Desa Songan A, Kintamani, Bangli, Jro Luh Sami (58), dikubur di Setra Songan pada Rabu (15/7/2020) dengan protokol kesehatan covid-19 (virus corona). Hal ini menyusul hasil tes swab pertama dan swab keduanya positif corona. Namun kematian warga Songan A ini belum masuk data GTPP Bali. Di Klungkung dan Badung juga ada seorang warga meninggal akibar corona.

Informasi yang dihimpun, Jro Sami meninggal dunia pada Rabu (15/7/2020) pukul 03.30 setelah ditangani di ruang isolasi RSUD Bangli. Pasien dirawat di sana sejak Rabu (8/7/2020) dengan keluhan nyeri seluruh tubuh, mual-mual disertai muntah, dan kehilangan nafsu makan. Setelah dua kali melaksanakan tes swab pada Kamis (9/7/2020) dan Jumat (10/7/2020), hasilnya dinyatakan positif covid-19.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, mengatakan bahwa memang benar seorang pasien asal Kintamani meninggal akibar covid-19. Dirgayusa, yang turut hadir dalam proses pemakaman warga tersebut, menyebutkan pemakaman dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes). Acara diawali dengan serah-terima jenazah Jro Sami dari pihak RSUD Bangli kepada GTPP Bangli. Selanjutnya jenazah diberangkatkan menuju setra (kuburan) Desa Songan dengan pengawalan dari tim APD Polres Bangli, Kodim, dan BPBD Bangli.

Baca juga :  Atasi Ketegangan Pengendara, Polsek Kintamani Lakukan Ini

Jenazah tiba sekitar pukul 12.55. Adapun jalannya pemakamam diawali dengan sterilisasi areal pemakaman dengan penyemprotan disinfektan tim BPBD dilanjutkan dengan imbauan dari tim APD Polres Bangli kepada warga untuk menjauhi areal pemakaman dan menyampaikan pemakaman dilaksanakan sesuai protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19. “Termasuk tetap menjaga jarak dan mengenakan masker,” sambung Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan didampingi Kapolsek Kintamani, Kompol I Made Raka Sugita.

Proses selanjutnya, jenazah dikuburkan tim Dinas Kesehatan Bangli yang dibantu enam anggota keluarga almarhumah dengan menggunakan APD lengkap. Selesai pemakaman, dilanjutkan dengan sterilisasi di areal pemakaman, petugas pemakaman serta tim APD. Setelah itu dilakukan pemusnahan APD dengan cara dibakar di areal pemakaman.

Sedangkan warga yang meninggal di Badung, sebelumnya berstatus pasien dalam perawatan (PDP) yang ditangani di RS PTN Unud, Jimbaran. Pasien asal Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, yang berusia 41 tahun, ini meninggal pada Selasa (14/7/2020). Dengan demikian, hingga kini sembilan warga Badung meninggal akibat corona. Koordinator Kehumasan GTPP Covid-19 Badung, IGN Jaya Saputra, menyebutkan PDP yang meninggal ini sebelumnya mengidap penyakit penyerta berupa vertigo. Sedangkan upacara ngaben rencananya dilaksanakan pada 27 Juli mendatang. GTTP Badung juga mencatat penambahan 13 kasus, sehingga total kasus positif covid-19 di Badung menjadi 314. Riciannya: 72 PDP, lima ODP, 221 OTG, dan 16 PMI.

Baca juga :  Jerink ‘’Walk Out’’, Sidang Tetap Jalan

Mengenai pasien covid-19 di Klungkung, diketahui meninggal dunia pada Minggu (15/7/2020). Pemakaman jenazah warga berinisial Ketut S ini dilakukan petugas dengan prokes di Setra Tegal Linggah, Kelurahan Semarapura Kangin, sekitar pukul 10.00. Dirut RSUD Klungkung dr.I Nyoman Kesuma mengatakan pasien yang meninggal itu adalah laki-laki berusia 71 tahun. Pensiunan PNS itu meninggal setelah beberapa hari dirawat di ICU RSUD Klungkung. “Saat masuk rumah sakit, kondisinya kurang bagus. Dia demam tinggi dan ada penyakit penyerta berupa masalah pada paru-paru. Ditambah covid-19, kemampuan paru-parunya jadi tidak bisa lagi menangkap oksigen dengan baik,” tegasnya.

Baca juga :  Hantam Bus Damri, Pengendara Motor Tewas

Mengingat gejalanya mengarah covid-19, tim medis RSUD Klungkung lalu melakukan tes swab, sehingga ketahuan positif corona. Hingga kini RSUD Klungkung masih merawat 30 pasien covid-19. Seorang PDP harus dirawat di ruang ICU. Jumlah ini sudah separuh, dibanding kasus puncak yang sampai mencapai 60 pasien. Menurut Kesuma, sebagain besar pasien covid-19 di Klungkung adalah lansia. Ada kekhawatiran, karena beberapa di antara pasien lansia itu memiliki penyakit penyerta seperti tensi tinggi, diabetes, dan jantung.

“Ada juga pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Klungkung dalam keadaan hamil,” jelas Kesuma.
Dengan adanya penambahan ini, jumlah pasien meninggal di Bali menjadi 30 (29 warga versi pemerintah). Sedangkan kasus positif baru bertambah 63. Kumulatif kasusnya kini mencapai 2.421. Kabar baiknya, 41 pasien sembuh, sehingga kumulatifnya menjadi 1.613. Mengenai kasus aktif sebanyak 779 (777 WNI dan dua WNA). (anta/wia/dwa)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini