Bea-Cukai Musnahkan Barang-barang Ilegal, Bernilai Miliaran Rupiah

0
11

Renon, DenPost
Petugas Bea-Cukai Denpasar memusnahkan ribuan barang yang masuk ke Bali tanpa izin alias ilegal pada Rabu (15/7/2020). Produk-produk industri, elektronik, hingga alat kosmetik, yang dimusnahkan tersebut, ditaksir bernilai lebih dari Rp1 miliar.

Menurut Kepala Kantor Bea-Cukai Denpasar Kusuma Santi Wahyuningsih, pemusnahan ini dilakukan sebagai wujud penegakan hukum bidang kepabeanan dan cukai terhadap pelanggaran UU No.39 Tahun 2007 tentang tentang cukai, dan UU No.17 Tahun 2006 tentang kepabeanan, Peraturan BPOM No.30 Tahun 2017 tentang pengawasan pemasukan obat dan makanan ke wilayah Indonesia. “Barang yang kami musnahkan ini hasil dari penindakan periode Agustus hingga Desember 2019,” tegasnya.
Pemusnahan ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Bea-Cukai Denpasar No: KEP143/WBC.13/KPP.MP.02/2020 tentang barang milik negara siap musnah.

Kusuma menambahkan barang-barang yang dimusnahkan ini didapat melalui giat operasi pasar terhadap produk hasil tembakau (HT), hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal, yang beredar di masyarakat. “Termasuk penindakan terhadap barang kiriman dari luar negeri yang dikategorikan barang larangan dan pembatasan (lartas) yang tidak memenuhi persyaratan dari instansi teknis terkait,” bebernya.

Baca juga :  Pencuri di SMP PGRI 7 Ditembak Saat Duduk di Teras

Lebih lanjut Kusuma menyebutkan barang-barang yang dimusnahkan di antaranya 147 botol miras, 165.416 batang rokok, 2.630 botol liquid vape, 2.939 biji berbagai jenis alat kesehatan, 3.282 biji berbagai jenis produk kosmetik, dan 19.517 produk lain yang terdiri dari mainan, peralatan dapur dan makanan, alat elektronik, spareparts, asesoris, serta pakaian. “Nilai total barang ini diperkirakan Rp1.977.374.397, dengan kerugian negara Rp1.741.701.517,” tegasnya.

Baca juga :  Ini Tips Agar Anak Betah di Rumah

Menurut Kusuma, pemusnahan barang ilegal ini dilakukan dengan cara dibakar, dipotong, dipecah, dituang, dan ditimbun ke dalam tanah, dengan tujuan merusak atau menghilangkan fungsi dan sifat awal barang. “Pemusnahan ini juga disaksikan TNI/Polri, kejaksaan, BNNP, Disperindag, Dinkes, BPOM, Balai Karantina, KSOP, dan pemda,” tandasnya. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini