“Melukat” di Pancoran Sapta Gangga, Ini Kepercayaan Masyarakat

0
12

Amlapura,DenPost

Selain dikenal dengan tradisi Bali Kuno yang masih terjaga, Desa Adat Timbrah, Kecamatan Karangasem, memiliki wisata spiritual yang menyimpan cerita mistis. Salah satunya Penglukatan Pancoran Sapta Gangga yang diyakini mampu melebur mimpi buruk. Tak hanya itu, melukat di wisata spiritual yang dibuka sejak setahun lalu ini juga dipercaya mampu mengobati penyakit nonmedis. Hal tersebut diungkapkan, Pangrajeg Desa Adat Timbrah, Nengah Sudarsa. Ia mengungkapkan banyak warga yang usai melukat mengaku sembuh. “Dahulu ada yang sakit, sampai tidak bisa jalan. Beberapa kali melukat bisa jalan,” ungkapnya.

Wisata Spiritual Sapta Gangga, memiliki 7 pancuran yang bersumber dari 1 mata air yang ada di lokasi tersebut. Tujuh pancuran tersebut diyakini bersumber dari 7 sungai suci di India. Diantaranya Sungai Gangga, Sindu, Saraswati, Yamuna, Godawari, Narmada, dan Serayu, yang bersumber dari mata air Dewi Gangga. “Untuk pengunjung yang ingin melukat. Saat datang pertama biasanya menghaturkan pejati di tempat persembahyangan, di Pura yang berstana Dewa Wisnu. Untuk datang selanjutnya cukup menghaturkan canang saja,” jelas Sudarsa.Setelah melakukan proses persembahyangan pengunjung baru diperkenankan melakukan proses melukat. “Setiap pengunjung yang melukat, wajib menggunakan pakaian adat,” ungkapnya.

Baca juga :  Urab Daun Keliki, Menu Khas Taman Sari, Karangasem

Mengembangkan menjadi wisata spiritual, tak hanya dapat melukat. Pengelola Sapta Gangga juga menyediakan dua kolam rekreasi yang bisa digunakan pengunjung bersantai setelah prosesi melukat. Untuk bersantai setelahnya, pengelola juga menyediakan 5 buah gazebo untuk bersantai atau menikmati lungsuran usai melakukan persembahyangan. “Kami juga sediakan 2 kamar mandi serta ruang ganti baju usai melukat,” tuturnya.

Terkait tatanan kehidupan baru di wisata ini, pihak pengelola telah menyediakan dan melakukan berbagai peraturan dalam penerapan protokol kesehatan. “Setiap pengunjung yang masuk kami sudah cek suhu, wajib cuci tangan. Selain itu, kami juga memasang strip jaga jarak. Saat akan antri melukat atau persembahyangan,” jelas. Bahkan pihaknya telah siap diverifikasi untuk mendapatkan sertifikat new normal. “Kami siap dan taat dengan protokol kesehatan,” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Cuaca buruk, Harga Bahan Pokok Naik

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini