Diringkus, Bandar Penyelundup Penyu Terancam5 Tahun Penjara

0
6
Diringkus, Bandar Penyelundup  Penyu Terancam5 Tahun Penjara
DIPERIKSA – Tersangka bandar penyelundup penyu, Muhayat, diperiksa polisi pascadibekuk pada pada Selasa (14/7) lalu. Pria yang tinggal di Serangan, Densel, itu terancam hukuman lima tahun penjara. (DenPost/ist)

Benoa, DenPost
Kerja keras Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Bali menangani kasus penyelundupan penyu ke Bali membuahkan hasil. Setelah beberapa hari melakukan pengejaran, mereka akhirnya berhasil meringkus sang bandar, Muhayat. Pria yang tinggal di Serangan, Densel, itu ditetapkan menjadi tersangka pada Rabu (15/7/2020).

Direktur Polairud Polda Bali Kombes Toni Ariadi Effendi pada Kamis (16/7/2020) mengatakan Muhayat ditangkap di rumahnya pada Selasa (14/7/2020). Setelah sehari diperiksa, tersangka langsung ditahan di Polda Bali. “Tersangka dijerat Pasal 21 Ayat 2 huruf (a) jo Pasal 40 Ayat 4 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ancaman hukumannya, lima tahun penjara dan denda Rp100 juta,” bebernya.

Tersangka Muhayat diduga telah lama menekuni bisnis terlarangnya itu. Tapi saat diperiksa polisi, dia mengaku baru tiga kali menyelundupkan penyu dari perairan Jawa Timur menuju Pantai Serangan, Densel. “Tersangka mengaku penyu-penyu itu dipasarkan untuk masyarakt Bali,” tegas Toni Ariadi Effendi.

Baca juga :  Pintu Masuk ke Bangli Ditutup

Pemeriksaan terhadap Muhayat belum usai. Untuk ke depan, dia rencananya diperiksa lagi untuk melengkapi semua pengakuannya. Tersangka Muhayat bersama tujuh tersangka lainnya ditahan di Dit. Polairud Polda Bali.

Kasus penyelundupan puluhan penyu ini diungkap Direktur Polairud Polda Bali Kombes Toni Ariadi Effendi pada Sabtu (11/7) lalu. Saat itu tujuh orang beserta 36 penyu diamankan polisi. Mereka hendak transaksi di tengah laut tepatnya di perairan Serangan, Densel. Mereka adalah jaringan penyelundup penyu yang selama ini menyelundupkan satwa yang dilindungi itu untuk dibisniskan di Bali.

Baca juga :  Satpol PP Bubarkan Kerumunan Nasabah PT Gold

Polisi juga mengamankan jukung bermesin tempel tiga unit 15 PK, dan 36 penyu hijau. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini