Kadiskes Sebut Bali Harus Mandiri Sediakan Plasma Darah

0
4
Kadiskes Sebut Bali Harus  Mandiri Sediakan Plasma Darah
Dokter Ketut Suarjaya (kiri)

Sumerta Klod, DenPost
Donor plasma darah sementara ini menjadi satu pilihan terapi untuk pasien covid-19 yang menjalani perawatan. Tindakan medis itu dikenal dengan terapi plasma konvalescent (TPK). Pempov Bali juga telah memberlakukan terapi ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengapresiasi kesediaan pasien sembuh covid-19 yang bersedia mendonorkan plasma darah. Menurutnya, sebagai upaya penyembuhan pasien covid-19, kemandirian Bali dalam ketersediaan plasma darah memang sangat dibutuhkan.

Baca juga :  Penerapan Thermoscaner Diminta Tak Berlebihan

“Kita harus bisa mandiri mulai dari donor, proses pelaksanaan, penyimpanan, distribusi plasma, dan penanganan di rumah sakit (RS),” ujar Suarjaya saat menghadiri donor plasma darah yang dilakukan mantan pasien covid-19, di Unit Transfusi Darah Provinsi Bali RSUP Sanglah, Kamis (16/7/2020).

Untuk itu, pihaknya akan membentuk tim di provinsi dan koordinator di tiap kabupaten/kota untuk mengedukasi mantan pasien covid-19 agar berkenan mendonorkan plasma darahnya.

Baca juga :  Dukung Fungsi Pers, Koster Sebut Pemprov Siap Fasilitas Pelatihan Wartawan

Secara teknis, Direktur UTD PMI Bali dr. Patrajaya menyatakan kesiapan menjadi bank darah plasma dan mendistribusikan ke seluruh RS di Bali yang membutuhkan. “Kalau punya lebih, kita bisa distribusikan ke luar Bali,” tegasnya.
Mengedepankan aspek kemanusiaan, Patrajaya mengetuk hati mantan pasien covid-19 yang memenuhi syarat menjadi pendonor untuk menyumbangkan plasma darah mereka. “Sumbangan darah mereka akan sangat membantu pasien kritis yang saat ini berjuang untuk sembuh,” imbuhnya.

Baca juga :  Sudah Berdiri, LED TV Depan BNI Ternyata Belum Kantongi Ini

Untuk diketahui, pasien sembuh covid-19 yang bisa menjadi pendonor adalah mereka yang sembuh minimal 14 hari. Dalam kurun waktu itu, dia tidak lagi mengalami gejala, jenis kelamin laki-laki atau perempuan, yang belum pernah hamil dan belum pernah transfusi. Pendonor berusia 17 tahun hingga 60 tahun dan terlebih dahulu akan melalui screening seperti proses donor darah biasa. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini