Dinkes Bali Edukasi Mantan Pasien Covid-19 untuk Donor Plasma

0
18
Dinkes Bali Edukasi Mantan Pasien Covid-19 untuk Donor Plasma
DONOR PLASMA - Mantan pasien covid-19 saat mendonorkan plasma darah secara sukarela di Unit Transfusi Darah Provinsi Bali di RSUP Sanglah, Kamis (16/7/2020). (DenPost/ist)

Mantan pasien covid-19 (virus corona) secara sukarela mendonorkan plasma darahnya demi kesembuhan pasien covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Donor darah ini berlangsung di Unit Transfusi Darah Provinsi Bali di RSUP Sanglah, Kamis (16/7/2020).

PENDONOR darah ala apheresis (hanya komponen darah tertentu yang diambil seperti trombosit, dan plasma atau sel darah merah) ini adalah tenaga medis berjenis kelamin laki-laki berusia 34 tahun. Dia sempat dirawat di RS akibat terpapar covid-19. Dia kemudian dinyatakan sembuh dan memenuhi syarat untuk jadi pendonor darah.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr.Kadek Iwan Darmawan menyampaikan hingga kini obat untuk pasien covid-19 dan vaksinnya belum juga ditemukan. Yang paling memungkinkan yakni menerapkan terapi plasma darah dari pasien yang sembuh. Tindakan medis itu dikenal dengan terapi plasma konvalescent (TPK).

Baca juga :  Dukung Perawatan Pasien Covid-19, Astra Sumbang Dua Ventilator

Menurut Iwan Darmawan, dari hasil penelitian di berbagai negara, TPK sangat membantu proses kesembuhan, khususnya pasien covid-19, dengan kondisi berat dan kritis. “Di Indonesia, beberapa RS sudah menerapkan terapi ini, termasuk di Bali. Untuk di Bali, terapi TPK pertama kali dilaksanakan di RS PTN Unud dan hingga kini enam pasien yang ditangani dengan terapi plasma darah,” terangnya.

Hasilnya, salah seorang pasien dengan terapi plasma darah dinyatakan sembuh pada Kamis kemarin. “Artinya hari ini (Kamis) ada dua momen spesial yaitu donor plasma darah perdana dan kesembuhan pertama pasien covid-19 dengan terapi plasma darah,” ungkap Iwan Darmawan.

Baca juga :  Kedisiplinan Prokes Ikut Tentukan Keberhasilan Pilkada 2020

Namun, menurut dia, plasma darah untuk terapi yang diterapkan bagi enam pasien di RS PTN Unud ini masih didatangkan dari Jakarta. Padahal laboratorium dan UTD di Bali siap mengerjakannya, namun terkendala kesediaan pasien sembuh yang mau mendonorkan plasma darah mereka.

Pihaknya berupaya mengedukasi pasien-pasien yang sembuh agar bersedia mendonorkan darah. Hasilnya, sementara ini baru satu pasien sembuh yang bersedia menjadi pendonor plasma. Rencananya ada dua mantan pasien covid-19 yang bersedia mendonorkan plasma darah.

Baca juga :  Mandi, Pria Tak Dikenal Tewas di Waduk

Dekan FK Unud Prof. Suyasa menyampaikan bahwa TPK sangat penting dan mendesak diterapkan di Bali karena belakangan ini bermunculan kasus covid-19 dengan gejala berat. Dia berharap langkah ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa pasien covid-19 yang sembuh tak masalah untuk mengikuti donor darah. “Dalam situasi sekarang ini masyarakat perlu bukti bahwa yang menjadi donor plasma darah itu aman. Dari aspek medis, kami juga melakukan penelitian terkait terapi TPK ini,” tandas Suyasa. (wira)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini