Domestik Menggeliat, Internasional Belum Beranjak

0
8
Domestik Menggeliat, Internasional Belum Beranjak
Mulai Menggeliat: Kedatangan Wisatawan domestik mulai menggeliat di Bandara Ngurah Rai, walaupun internasional belum. (ist)

Kuta, DenPost

Penerapan tatanan kehidupan era baru membuat pergerakan penumpang rute domestik di Bandara Ngurah Rai mulai menggeliat. Kini mencapai 2000-2500 penumpang perhari. Sebelumnya hanya berkisar 1500 penumpang per hari. Hal itu diungkapkan Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Andanina Megasari dikonfirmasi Kamis (16/7).

Kondisi ini didukung pula dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Bali nomor 305/GUGASCOVID19/VI/2020, tentang Pengendalian Perjalanan Orang pada Pintu Masuk Wilayah Bali Dalam Masa Adaptasi Kehidupan Era Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Pelaku perjalanan yang hendak masuk ke Bali diperkenankan berbekal surat keterangan hasil non reaktif  rapid test.

Baca juga :  Usai Lomba Kayak, Tukad Mati Kembali Diserbu Sampah

“Sejak penumpang domestik ini diperkenankan berbekal hasil non reaktif rapid test terjadi peningkatan. Sebelumnya ketika hanya diperkenankan berbekal surat pemeriksaan negatif swab tes berbasis polymerase Chain Reaction (PCR) memang di bawah kondisi itu,” paparnya.

Pada tanggal 9 Juli saat diberlakukannya tatanan Bali baru, kedatangan penumpang domestik di bandara Ngurah Rai sebanyak 691 orang. Sedangkan untuk keberangkatan domestik sebanyak 806.

Kondisi ini mulai mengalami peningkatan. Dari catatan terakhir pada tanggal 15 Juli, kedatangan dari terminal domestik mencapai 1322 penumpang dan keberangkatan domestik mencapai 1443 penumpang.

Baca juga :  Dampak Virus Corona, DPD RI Asal Bali Harapkan Pelaksanaan Haji Tahun Ini Tak Dibatalkan

Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan pergerakan pesawat. Tanggal 9 Juli lalu penerbangan domestik yang datang dan berangkat ke Bali masing-masing sebanyak 11 penerbangan. Sementara tanggal 15 Juli, meningkat menjadi sebanyak 23 penerbangan. Dimana pengguna jasa yang dominan untuk domestik adalah rute Jakarta dan Surabaya.

Namun fenomena berbeda terjadi di rute internasional. Karena hingga kini belum ada peningkatan signifikan, dimana penerbangan internasional yang dilayani hanya repatriasi dan kargo. “Satu penerbangan reguler itu rutenya ke Doha (Qatar), tapi itu untuk mengangkut repatriasi dan PMI kita. Saya dengar sih ada PMI yang sudah berangkat kembali ke tempat kerjanya, karena ia sudah dipanggil untuk kembali bekerja,” bebernya. (113)

Baca juga :  Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19, Banjar Pemamoran Lakukan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini